Makro 17 Jun 2025 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Syahrianto

DEWA Bangun Kerajaan Hulu Tambang Tanpa Konsesi, Begini Model Bisnis Barunya

PT Darma Henwa (DEWA) bertransformasi dari kontraktor biasa menjadi eksekutor penuh tambang tanpa konsesi lewat model bisnis in-house execution.

DEWA ubah strategi bisnis, garap proyek tambang sendiri tanpa subkontraktor. Target EBITDA Rp3,7 triliun dan laba Rp1,6 triliun pada 2028 jadi taruhan.

Salah satu armada operasional tambang milik PT Darma Henwa Tbk yang diunggah lewat akun Instagram resmi perusahaan. Emiten ini tengah menyiapkan transformasi model bisnis menuju eksekusi proyek secara penuh (in-house execution). Foto: IG @darmahenwaofficial
Salah satu armada operasional tambang milik PT Darma Henwa Tbk yang diunggah lewat akun Instagram resmi perusahaan. Emiten ini tengah menyiapkan transformasi model bisnis menuju eksekusi proyek secara penuh (in-house execution). Foto: IG @darmahenwaofficial

KABARBURSA.COM – Di dunia tambang, yang punya konsesi biasanya yang pegang kendali. Tapi PT Darma Henwa Tbk (DEWA) datang dari jalur berbeda. Emiten ini menjadi kontraktor tambang tanpa punya tambang. Tapi justru lewat jalur itu, emiten ini sedang bersiap bikin kejutan.

Setelah bertahun-tahun jadi “pemain pinggiran” di proyek milik orang, DEWA kini ingin ambil alih kendali permainan. Tak tanggung-tanggung, perusahaan ini menyiapkan langkah besar lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS dan RUPSLB) pada 30 Juni 2025—sebuah momentum yang bukan cuma soal laporan tahunan, tapi juga soal perombakan kekuasaan dan arah bisnis.

Strategi baru mereka adalah semua proyek pertambangan pada satu perusahaan akan dikerjakan sendiri. Tak lagi disubkontrakkan, melainkan dijalankan sepenuhnya oleh tim internal. Model ini disebut in-house execution, dan bila dijalankan sepenuhnya, margin keuntungan DEWA bisa naik berkali lipat.

Berdasarkan laporan KabarBursa Investor Pro, margin EBITDA dari pengerjaan internal bisa mencapai 35 persen, jauh di atas margin subkontraktor yang hanya 8 persen.

Transformasi ini bukan cuma jargon. Laporan kuartal I 2025 mencatat lonjakan laba hampir 10 kali lipat—dari Rp7 miliar ke Rp69 miliar. Jika strategi berjalan sesuai rencana, target EBITDA DEWA pada 2028 dipatok di Rp3,7 triliun, dengan laba bersih tembus Rp1,6 triliun. Angka yang lebih dari 100 kali lipat dibanding posisi mereka pada 2024.

“DEWA kini ingin ambil alih panggung utama. Transformasi bisnis dari subkontraktor jadi eksekutor penuh sedang mereka genjot habis-habisan,” tulis riset KabarBursa Investor Pro dalam laporan tersebut.

Sinyal optimisme juga datang dari sisi pasar. Harga saham DEWA naik 66 persen sejak awal tahun dan sempat menyentuh Rp198 per saham per 12 Juni 2025. Per hari ini, 17 Juni 2025, sahamnya parkir di level Rp189.

Secara teknikal, semua indikator utama dari moving average hingga MACD masih menunjuk ke arah bullish. Tapi, beberapa indikator mulai masuk area overbought—pertanda euforia pasar mungkin sudah di puncak.

Di balik peluang, tetap ada risiko. Proses transisi ke model internal bukan perkara mudah. Jika ekspansi melambat, kontrak baru gagal diraih, atau harga batu bara global turun, margin bisa tergerus dan strategi bisa kehilangan momentum. Beberapa analis juga menyoroti potensi asset impairment dari rendahnya tingkat reinvestasi tahun-tahun sebelumnya.

Namun yang membuat DEWA menarik bukan hanya soal margin. Emiten ini juga mulai mengembangkan sayap di luar Grup BUMI. Ada potensi masuk ke proyek tambang emas milik BRMS, kerja sama dengan Ithaca Resources, bahkan peluang dari Gayo Mineral Resources dan grup Salim lewat Mach Metal Australia. Jika satu-dua kontrak besar mendarat di tangan, narasi DEWA bisa berubah total: dari “kontraktor tanpa tambang” menjadi eksekutor penuh ekosistem tambang keluarga konglomerat.

Rapat pemegang saham akhir Juni akan jadi penentu. Arah baru, wajah baru, dan mungkin rute baru pertumbuhan akan ditetapkan di sana. Untuk para investor, momen ini bukan sekadar agenda korporasi tahunan—ini bisa jadi titik balik.

Seluruh data valuasi, analisis teknikal, proyeksi EBITDA, hingga skenario risiko lengkap dibahas secara mendalam dalam laporan Insight Emiten DEWA yang dapat diakses eksklusif oleh pelanggan Investor Pro KabarBursa. Kunjungi laman Insight Emiten untuk berlangganan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait