Makro 03 Feb 2026 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Syahrianto

Di IES 2026, Purbaya Sebut Koreksi IHSG Bukan Krisis, Hanya Kepanikan Sesaat

Purbaya optimistis fundamental ekonomi tetap kuat dan pasar modal segera pulih setelah gejolak jangka pendek.

Di IES 2026, Menkeu Purbaya nilai koreksi IHSG hanya kepanikan sesaat, bukan krisis, dan yakini ekonomi Indonesia tetap dalam arah pemulihan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) berbincang dengan jurnalis Bloomberg TV Haslinda Amin dalam sesi wawancara khusus Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menyampaikan pandangannya mengenai kondisi pasar modal Indonesia dan arah kebijakan ekonomi nasional. Foto: Alpin Pulungan/KabarBursa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) berbincang dengan jurnalis Bloomberg TV Haslinda Amin dalam sesi wawancara khusus Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menyampaikan pandangannya mengenai kondisi pasar modal Indonesia dan arah kebijakan ekonomi nasional. Foto: Alpin Pulungan/KabarBursa.

Daftar Isi

  1. 01 Mundurnya Bos BEI dan OJK Dinilai Wajar

KABARBURSA.COM – Di tengah hiruk-pikuk koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru tampil santai. Alih-alih panik, ia menilai apa yang terjadi di pasar modal Indonesia bukanlah krisis, melainkan sekadar kegelisahan sesaat.

“Ini bukan kehancuran pasar, ini cuma jitter (kepanikan sesaat),” ujar Purbaya sambil tersenyum lebar saat diwawancarai penyiar Bloomberg Haslinda Amin dalam sesi diskusi bertema Aligning Policy and Private Capital to Debottleneck Indonesia’s Growth di Indonesia Economic Summit atau IES 2026, Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Februari 2026.

Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta forum. Tepuk tangan pun terdengar dari audiens. Suasana yang tadinya serius mendadak lebih cair.

Optimisme yang disampaikan Purbaya mulai tercermin pada pergerakan pasar. Pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, IHSG sempat dibuka melemah di kisaran 7.888,77, melanjutkan tekanan dari hari sebelumnya. Namun, memasuki sesi siang hingga penutupan, IHSG perlahan bangkit. Sentimen beli kembali menguat seiring munculnya keyakinan bahwa langkah reformasi pasar modal bakal segera berjalan. Di akhir perdagangan, IHSG justru mampu berbalik arah dan ditutup di level 8.122,6, melonjak 2,52 persen.

Dalam sesi wawancara tersebut, Purbaya menegaskan guncangan pasar belakangan ini lebih disebabkan reaksi psikologis investor ketimbang masalah fundamental ekonomi. Begitu pula dengan kekhawatiran sebagian pelaku pasar terhadap isu transparansi dan tata kelola. Menurutnya, persoalan itu memang ada, tetapi sedang dalam proses pembenahan.

“Transparansi pasar memang perlu diperbaiki. Reaksi pasar itu normal. Tapi begitu praktik-praktik tidak sehat dibersihkan, investor akan kembali melihat fundamental ekonomi kita yang sebenarnya,” kata dia.

Salah satu pemicu utama kegelisahan pasar adalah peringatan dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengkritik tingkat transparansi di pasar modal Indonesia. Namun Purbaya justru melihat peringatan itu sebagai hal positif.

“Peringatan MSCI itu justru bagus. Itu membantu kita memperbaiki praktik di pasar. Kami sedang bekerja keras memenuhi apa yang diminta MSCI sebelum batas waktu Mei nanti,” ujarnya

Ia juga menepis kekhawatiran Indonesia bakal diturunkan statusnya oleh MSCI. “Saya tidak khawatir, karena kondisi sedang kita perbaiki. Selama kita merespons peringatan itu dengan langkah konkret, semuanya akan baik-baik saja,” katanya.

Mundurnya Bos BEI dan OJK Dinilai Wajar

Purbaya turut menyinggung mundurnya Direktur Utama BEI serta sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan beberapa waktu lalu. Menurut dia, langkah itu merupakan bentuk tanggung jawab atas gejolak yang terjadi.

“Pasar sempat terkoreksi dalam. Kalau manajemen tidak merespons dengan tepat, ya mereka harus bertanggung jawab,” ujar Purbaya.

Namun, ia memastikan pergantian kepemimpinan tersebut tidak akan mengganggu arah kebijakan pasar modal ke depan. Di balik kelakarnya, Purbaya menyimpan optimisme tinggi. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi sehat.

Pemerintah, kata dia, tetap menjaga belanja fiskal secara terukur, menjaga likuiditas, serta memperbaiki iklim usaha. “Kita tetap disiplin. Defisit anggaran dijaga di bawah tiga persen PDB. Inflasi terkendali. Jadi investor tidak perlu khawatir. Saya ini menteri keuangan yang cukup pintar,” ucapnya lagi sambil tersenyum, memancing tawa hadirin.

Bagi Purbaya, yang terpenting saat ini adalah memastikan ekonomi bergerak ke arah yang benar. Jika itu terjadi, gejolak pasar otomatis akan mereda dengan sendirinya. “Begitu orang sadar bahwa ekonomi kita baik-baik saja, pasar akan pulih dengan kuat,” katanya.

Dengan nada santai tapi penuh percaya diri, Purbaya seolah ingin menyampaikan pesan sederhana kepada pelaku pasar. Jangan terlalu baper melihat IHSG merah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait