Makro 10 Apr 2026 Penulis: Gusti Ridani Editor: Syahrianto

Didukung 30 Kapal Lebih, Pertamina Salurkan LPG 223 Ribu MT per Bulan

Pertamina Patra Niaga andalkan lebih dari 30 kapal untuk distribusi LPG 223 ribu MT per bulan ke seluruh Indonesia.

Pertamina distribusikan LPG 223 ribu MT per bulan dengan dukungan 30 kapal, jaga pasokan energi nasional di tengah lonjakan permintaan.

Pertamina distribusikan LPG 223 ribu MT per bulan dengan dukungan 30 kapal, jaga pasokan energi nasional di tengah lonjakan permintaan. Foto: Dok. HMSI
Pertamina distribusikan LPG 223 ribu MT per bulan dengan dukungan 30 kapal, jaga pasokan energi nasional di tengah lonjakan permintaan. Foto: Dok. HMSI

KABARBURSA.COM – PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi liquefied petroleum gas atau LPG nasional dengan mengandalkan armada logistik laut yang terintegrasi. Dengan dukungan lebih dari 30 kapal, baik milik sendiri maupun sewa, menjadi tulang punggung penyaluran LPG sebesar 223 ribu metrik ton (MT) per bulan ke berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat di tengah dinamika global yang terus berkembang, sekaligus memastikan pasokan LPG tetap tersedia di sejumlah daerah dengan permintaan tinggi.

Saat ini, distribusi LPG Pertamina Patra Niaga didukung oleh 9 kapal LPG captive milik perusahaan yang beroperasi dalam sistem distribusi domestik. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan lebih dari 30 kapal charter guna menjaga kelancaran penyaluran ke berbagai wilayah.

Setiap kapal LPG memiliki kapasitas angkut rata-rata sekitar 1.700 hingga 2.000 MT per pelayaran (voyage). Dengan kapasitas tersebut, armada laut dinilai mampu menopang distribusi LPG dalam volume besar untuk memenuhi kebutuhan di berbagai daerah.

Secara agregat, penyaluran LPG yang didukung armada laut mencapai sekitar 223 ribu MT per bulan. Volume tersebut tersebar di sejumlah wilayah utama, yakni Sumatera Bagian Utara sekitar 77 ribu MT, Sumatera Bagian Selatan 24 ribu MT, Jawa Bagian Barat 45 ribu MT, Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara 35 ribu MT, Sulawesi 34 ribu MT, Kalimantan 5 ribu MT, serta Maluku dan Papua.

Dalam beberapa waktu terakhir, Pertamina Patra Niaga juga mencermati peningkatan aktivitas pembelian LPG di sejumlah wilayah, seperti Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Menyikapi kondisi tersebut, perseroan terus melakukan pemantauan dan penyesuaian operasional agar distribusi tetap berjalan lancar.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, mengatakan kesiapan armada logistik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi LPG secara nasional.

“Sebagai bagian dari sistem distribusi energi nasional, kami terus mengoptimalkan kesiapan armada logistik untuk mendukung penyaluran LPG ke masyarakat. Distribusi LPG merupakan sistem yang saling terhubung, sehingga perlu dikelola secara seimbang antara pasokan dan kebutuhan,” ujar Ega, Kamis 9 April 2026.

Ia menegaskan, pengelolaan pendistribusian LPG tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus memperhitungkan keseimbangan pasokan dan kebutuhan antarwilayah agar penyaluran tetap merata.

Sejalan dengan itu, Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Langkah ini dinilai penting agar distribusi dapat menjangkau lebih luas dan tetap stabil di tengah peningkatan permintaan di beberapa daerah.

Diketahui, seluruh aktivitas distribusi LPG, dijalankan dengan standar HSSE (Health, Safety, Security & Environment) yang ketat. Standar penerapan ini ditujukan untuk menjaga keselamatan operasional sekaligus menjamin terjaminnya distribusi energi nasional.

Dengan dukungan armada logistik yang adaptif dan pengelolaan distribusi yang terkoordinasi, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kelancaran penyaluran LPG di berbagai wilayah Indonesia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
GU
Jurnalis Madya

Gusti Ridani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait