Makro 18 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Dolar AS Perkasa, Rupiah Ditutup Loyo ke Level Rp17.680

Lonjakan harga minyak dan memanasnya tensi geopolitik dinilai memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi The Fed lebih lama.

Rupiah ditutup melemah 83 poin ke level Rp17.680 per dolar AS pada 18 Mei 2026. Penguatan dolar dipicu harga minyak tinggi dan tensi geopolitik global.

Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)
Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)sebesar 83 poin ke level Rp17.680 pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026.

Pengamat  mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS terjadi karena meningkatnya risiko inflasi yang didorong oleh tingginya harga minyak.

"Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama," ujar dia dalam keterangannya.

Menurut Ibrahim, prospek kebijakan moneter ketat dari The Fed semakin menguat karena harga energi yang lebih tinggi. Ia menilai hal ini telah memperlambat kemajuan disinflasi, sehingga mendorong inflasi semakin jauh dari target 2 persen The Fed

Selain itu, sentimen juga datang mengenai potensi terhentinya upaya mengakhiri perang AS-Iran. Ibrahim menyebut pembicaraan pekan lalu antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berakhir tanpa indikasi dari importir minyak terbesar di dunia bahwa hal itu akan membantu menyelesaikan konflik.

"Serangan drone di UEA dan Arab Saudi serta retorika dari AS dan Iran menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik," ungkapnya.

Dari dalam negeri, Ibrahim mengatakan pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat di desa tidak menggunakan dolar AS menjadi sentimen tersendiri bagi rupiah.

"Kondisi masyarakat di desa saat ini lebih pandai dibandingkan masyarakat kota karena teknologi sudah merata, sehingga salah kalau orang desa tidak mengenal dolar AS bahkan transaksi mata uang kebanyakan orang-orang desa," jelasnya.

Sementara itu untuk perdagangan besok, Selasa, 19 Mei 2026, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.680-Rp17.750. (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait