Makro 18 Nov 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Dolar Menguat, Emas Rontok Lebih dari Satu Persen

Pasar pun mengurangi peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.

Harga emas turun lebih dari 1 persen akibat dolar menguat dan menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Ilustrasi: Setumpuk emas batangan (Foto: Unsplash/Jingming Pan)
Ilustrasi: Setumpuk emas batangan (Foto: Unsplash/Jingming Pan)

KABARBURSA.COM – Harga emas turun lebih dari 1 persen pada Senin, 17 November 2025, tertekan oleh penguatan dolar dan menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga AS bulan depan, sementara investor menunggu rilis data ekonomi yang tertunda pekan ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan Federal Reserve.

Dilansir Reuters, harga emas spot melemah 1,5 persen ke USD4.019,12 per ounce. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,5 persen di USD4.074,50 per ounce.

Indeks dolar bergerak menguat, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Pasar memperlihatkan “pergerakan yang berombak menjelang rilis serangkaian data ekonomi setelah pemerintah AS kembali dibuka,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

“Saat ini, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga tambahan oleh The Fed berkurang, dan hal ini menekan optimisme terhadap emas.”

Agenda pekan ini mencakup rilis data pekerjaan AS untuk September pada Kamis, serta notulen rapat terakhir The Fed—yang memangkas suku bunga 25 bps—pada Rabu.

Sementara itu, semakin banyak pejabat The Fed mempertahankan sikap hawkish terkait peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember.

Pedagang kini memperkirakan peluang 41 persen untuk pemangkasan 25 bps pada Desember, turun dari lebih dari 60 persen pekan lalu, menurut CME FedWatch.

Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, mengatakan bank sentral perlu “melangkah perlahan” terkait pemangkasan suku bunga lanjutan karena kebijakan sedang menuju level yang tidak lagi memberikan tekanan penurunan terhadap inflasi.

Emas sebagai aset lindung nilai cenderung mendapat dukungan di lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil.

Analis Scotiabank memperkirakan harga emas berada di USD3.800 per ounce pada 2026, dibanding perkiraan USD3.450 per ounce tahun ini, dengan alasan ketidakpastian ekonomi dan potensi penurunan suku bunga riil di masa mendatang.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 1,2 persen ke USD49,94 per ounce, platinum melemah hampir 1 persen ke USD1.526,45, dan paladium turun 0,4 persen ke USD1.379,02. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait