Makro 09 Mar 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Dow Junes Futures Anjlok, Respons Harga Minyak USD100?

Kontrak berjangka Dow Jones jatuh hingga hampir 1.000 poin saat harga minyak dunia menembus USD100 per barel.

Dow Jones futures anjlok hampir 1.000 poin saat harga minyak dunia menembus USD100 di tengah konflik Iran dan AS yang memicu kekhawatiran pasar.

Ilustrasi: Plang nama jalan Wall Street (Foto: PxHere)
Ilustrasi: Plang nama jalan Wall Street (Foto: PxHere)

KABARBURSA.COM – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat merosot di Wall Street ketika perdagangan kembali dibuka pada Minggu, 8 Maret 2026, malam waktu setempat, setelah harga minyak mentah menembus USD100 per barel di tengah belum adanya tanda de-eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran dalam perang yang berlangsung di Asia Barat.

Kontrak berjangka Dow Jones sempat turun hingga 950 poin, kontrak berjangka S&P 500 turun lebih dari 100 poin, sementara kontrak berjangka Nasdaq anjlok hingga 400 poin pada awal perdagangan.

Baik kontrak berjangka Brent maupun minyak mentah Amerika Serikat melonjak hampir 20 persen ketika perdagangan kembali dibuka setelah jeda akhir pekan dan menembus level USD100 per barel. 

Kedua jenis minyak tersebut kini diperdagangkan mendekati level USD110 per barel. 

Harga minyak sempat pulih pada Jumat, 6 Maret 2026 malam setelah sebelumnya turun, setelah Menteri Energi Qatar memperingatkan bahwa harga dapat melonjak hingga USD150 jika negara-negara Teluk terpaksa menghentikan produksi akibat perang yang sedang berlangsung di Asia Barat.

Wall Street juga mengalami tekanan jual pada sesi perdagangan Jumat akibat berbagai kekhawatiran yang melingkupi pasar keuangan, termasuk lonjakan harga minyak. 

Indeks Dow Jones turun 3 persen sepanjang pekan lalu, yang merupakan penurunan terburuk sejak pengumuman tarif “Liberation Day” oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada April tahun lalu. 

Indeks S&P 500 juga turun 2 persen pekan lalu, sementara indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi melemah 1,2 persen.

Penurunan tersebut semakin tajam setelah laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan, yang memunculkan pertanyaan mengenai stabilitas pasar tenaga kerja di Amerika Serikat. 

Data non-farm payrolls pada Februari tercatat turun 92.000, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang memproyeksikan penambahan 50.000 pekerjaan.

“Pasar jelas berada dalam kondisi gelisah karena dampak dan durasi perang di Timur Tengah sangat tidak pasti, dengan berbagai kemungkinan hasil bagi ekonomi dan faktor-faktor penting yang memengaruhi pasar,” tulis Chief Investment Officer BlackRock, Rick Rieder, kepada para klien.

Saham BlackRock juga turun lebih dari 7 persen pada Jumat setelah perusahaan tersebut membatasi penarikan dana investor pada salah satu dana terbesarnya.

Pekan ini juga menjadi periode penting dari sisi makroekonomi, karena investor menantikan sejumlah rilis data ekonomi, termasuk inflasi CPI bulan lalu, inflasi PCE, data produk domestik bruto (PDB), serta laporan pembukaan lapangan kerja yang dijadwalkan dirilis pada akhir pekan ini.

Selain itu, laporan kinerja keuangan juga akan dirilis oleh sejumlah perusahaan seperti Hewlett Packard Enterprises, Kohl's, Oracle, Dollar General, dan Dick's Sporting Goods. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait