Makro 18 May 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

DPR Jadwalkan Pemanggilan Bos BI: Bahas Pelemahan Rupiah!

Agenda tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran pasar setelah rupiah sempat menembus level psikologis Rp17.660 per dolar Amerika Serikat.

Komisi XI DPR RI dijadwalkan memanggil pimpinan Bank Indonesia (BI) untuk membahas perkembangan terbaru nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan dalam

DPR Jadwalkan Pemanggilan Bos BI: Bahas Pelemahan Rupiah!
DPR Jadwalkan Pemanggilan Bos BI: Bahas Pelemahan Rupiah!

KABARBURSA.COM - Komisi XI DPR RI dijadwalkan memanggil pimpinan Bank Indonesia (BI) untuk membahas perkembangan terbaru nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Agenda tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran pasar setelah rupiah sempat menembus level psikologis Rp17.660 per dolar Amerika Serikat. 

Pemanggilan tersebut diperkirakan akan menyoroti langkah-langkah stabilisasi yang telah dan akan ditempuh bank sentral dalam menjaga kestabilan nilai tukar, inflasi, hingga kepercayaan pasar keuangan domestik.

Pelemahan rupiah perlu dicermati serius karena berpotensi memberikan dampak lanjutan terhadap harga barang impor, biaya produksi industri, hingga tekanan terhadap sektor keuangan nasional. Jakarta, Senin 18 Mei 2026.

Selain faktor domestik, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi dinamika global. Penguatan indeks dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, serta arus keluar dana asing dari pasar berkembang menjadi kombinasi sentimen yang membebani mata uang negara-negara emerging market, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, hasil rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeks global turut menambah tekanan terhadap pasar keuangan domestik. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran meningkatnya capital outflow dalam jangka pendek.

Dalam agendanya, DPR meminta penjelasan Bank Indonesia terkait efektivitas intervensi di pasar valuta asing dan pasar obligasi yang selama ini dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah. Selain itu, koordinasi BI dengan pemerintah dan otoritas keuangan lain juga menjadi perhatian dalam menghadapi volatilitas global yang masih tinggi.

Sejumlah analis menilai Bank Indonesia masih memiliki ruang kebijakan untuk menjaga kestabilan pasar, baik melalui intervensi valas, penguatan instrumen moneter, maupun optimalisasi operasi pasar.

Meski demikian, pelaku pasar tetap menantikan sinyal kuat dari otoritas moneter mengenai arah kebijakan ke depan, terutama di tengah meningkatnya tekanan eksternal dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Rapat antara Komisi XI DPR dan Bank Indonesia diperkirakan menjadi salah satu forum penting untuk memberikan kepastian kepada pasar sekaligus menjaga kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang sejauh ini masih dinilai cukup solid.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait