Makro 10 Mar 2026 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

DPR Soroti Dampak Panic Buying pada Daya Beli Masyarakat

Kecenderungan masyarakat untuk menimbun barang menjelang hari-hari besar dapat memperburuk fluktuasi harga

Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari perilaku panic buying di tengah ketidakpastian ekonomi global.

DPR Minta Masyarakat untuk Menahan Diri dari Perilaku Panic Buying di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
DPR Minta Masyarakat untuk Menahan Diri dari Perilaku Panic Buying di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

KABARBURSA.COM - Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari perilaku panic buying di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, tindakan membeli secara berlebihan justru berpotensi menekan stabilitas harga berbagai kebutuhan pokok di pasar.

Ia menekankan bahwa kecenderungan masyarakat untuk menimbun barang menjelang hari-hari besar dapat memperburuk fluktuasi harga, terutama pada komoditas pangan yang sensitif terhadap perubahan permintaan. “Panic buying sebaiknya dihindari karena justru mendorong kenaikan harga di pasar,” ujar Andi kepada warrtawan di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.

Dalam kunjungan reses beberapa waktu lalu, Andi mengamati adanya kenaikan harga beberapa komoditas di pasar. Bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit tercatat mengalami kenaikan, meski tidak terlalu signifikan.

Ia menambahkan, kenaikan harga tersebut tetap memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok yang sangat bergantung pada stabilitas harga kebutuhan pokok. “Hasil pantauan di pasar menunjukkan beberapa komoditas seperti bawang dan cabai memang naik harganya. Meski tidak tajam, dampaknya terasa pada daya beli masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, Andi menekankan pentingnya pemerintah untuk terus memantau inflasi dan kondisi daya beli secara berkala. Ia juga mendorong evaluasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) apabila tekanan ekonomi global terus berlanjut.

“Program-program yang tidak langsung berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat sebaiknya ditinjau ulang skalanya, agar anggaran negara lebih terfokus untuk menjaga kesejahteraan rakyat,” tutupnya.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait