Makro 26 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Ekonomi Daerah Disebut Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Nasional

Pemerintah menilai penguatan ekonomi daerah, UMKM, dan ekonomi digital menjadi faktor utama untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional

Airlangga Hartarto menyebut ekonomi daerah menjadi kunci mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen

Ilustrasi: Warga ramai berbelanja Ketupat dan kelengkapannya di Pasar Trandisional Mandongan Kendari, Sulawesi Tenggara. Foto: Dok. KabarBursa
Ilustrasi: Warga ramai berbelanja Ketupat dan kelengkapannya di Pasar Trandisional Mandongan Kendari, Sulawesi Tenggara. Foto: Dok. KabarBursa

KABARBURSA.COM - Pengembangan ekonomi daerah dinilai menjadi kunci penting dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan antarwilayah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekonomi daerah harus terus didorong untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

"Karena pertumbuhan nasional pada dasarnya merupakan agregasi dari pertumbuhan daerah,” ujar dia dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.

Airlangga menyampaikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap solid, baik dari sisi korporasi maupun perekonomian secara umum.

Ia menjelaskan bahwa inflasi nasional saat ini terjaga pada level 2,4 persen dengan depresiasi rupiah sekitar 2,6 persen, lebih baik dibandingkan beberapa periode tekanan ekonomi sebelumnya.

Selain itu, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor UMKM sebagai penopang utama perekonomian daerah.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dialokasikan sekitar Rp300 triliun dinilai mampu mendorong peningkatan kapasitas UMKM hingga sekitar 34 persen serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 18–27 persen. Hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR tercatat mencapai sekitar Rp111 triliun melalui berbagai skema pembiayaan.

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan ekonomi digital melalui kolaborasi bersama Pemerintah Daerah. Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD150 miliar dan berpotensi meningkat menjadi USD400 miliar pada tahun 2030.

"Apabila integrasi ekonomi digital ASEAN berjalan optimal, potensi ekonomi digital kawasan ASEAN dapat mencapai USD2 triliun dan Indonesia berpotensi memperoleh sekitar USD600 miliar dari nilai tersebut," katanya. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait