Makro 05 Nov 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025, Pulau Jawa Dominasi Struktur Perekonomian

BPS menyebut pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha

BPS menyebut pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha

Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi ekonomi Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jika pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 mengalami kenaikan 5,04 persen secara year on year (yoy).

Dalam keterangannya, Rabu, 5 November 2025, BPS menyebut pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian yang terkontraksi sebesar 1,98 persen.

"Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah Jasa Pendidikan sebesar 10,59 persen; diikuti oleh Jasa perusahaan sebesar 9,94 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,54 persen," tulis BPS.

Pada kuartal III 2025, BPS mencatat kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial dengan kontribusi sebesar 56,68 persen terhadap PDB nasional.

Posisi berikutnya ditempati oleh kelompok provinsi di Pulau Sumatera dengan kontribusi 22,42 persen, diikuti oleh Pulau Kalimantan (8,02 persen), Pulau Sulawesi (7,36 persen), Kelompok Pulau Bali dan Nusa Tenggara (2,83 persen), serta Kelompok Pulau Maluku dan Papua (2,69 persen).

"Secara spasial, perekonomian Indonesia pada kuartal III 2025 menunjukkan kinerja pertumbuhan di sebagian besar wilayah, kecuali Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Barat," sebut BPS.

Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan tahunan (yoy) tertinggi sebesar 5,84 persen, diikuti oleh Pulau Jawa (5,17 persen), Pulau Sumatera (4,90 persen).

Kelompok Pulau Bali dan Nusa Tenggara (4,71 persen), serta Pulau Kalimantan (4,70 persen). Sementara itu, laju pertumbuhan terendah tercatat di Kelompok Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,68 persen.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait