Makro 17 Oct 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Ekspor Fesyen Halal RI Naik 83 Persen, Saingi Turki dan India

Ekspor modest fashion Indonesia naik 83 persen menjadi USD990 juta pada 2023, menempatkan RI di peringkat tujuh pengekspor fesyen muslim terbesar dunia.

Ekspor fesyen muslim Indonesia tembus USD990 juta dan tumbuh 83 persen pada 2023. RI kini jadi pengekspor modest fashion terbesar ketujuh ke negara OIC.

Ilustrasi industri fesyen muslim di Indonesia. Foto: dok Kemenperin.
Ilustrasi industri fesyen muslim di Indonesia. Foto: dok Kemenperin.

KABARBURSA.COM – Performa industri fesyen muslim Indonesia tumbuh secara signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor modest fashion Indonesia ke negara-negara anggota Organization of Islamic Cooperation (OIC) mencapai USD990 juta pada tahun 2023. Pada tahun sebelumnya, capaian ekspor produk serupa sebesar USD540 juta atau naik 83 persen. 

Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan peringkat ketujuh negara pengekspor industri fesyen muslim ke negara OIC setelah Tiongkok, Turki dan India. 

Masuknya Indonesia menjadi negara pengekspor produk fesyen muslim terbesar ketujuh ini tidak lepas dari peningkatan permintaan pasar terhadap produk beridentitas budaya berstandar halal. 

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengklaim, capaian ekspor ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi modest fashion dunia. 

“Potensi Indonesia tidak hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai produsen dan pelaku utama industri modest fashion global,” ujarnya dalam dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Oktober 2025. 

Reni mengungkapkan, berdasarkan data BPS, 594 ribu unit industri kecil pakaian jadi di Indonesia telah menyerap 1,2 juta tenaga kerja. Selain itu, industri ini memberikan dampak ekonomi yang luas. Menurutnya, setiap peningkatan ekspor memiliki efek langsung terhadap lapangan kerja dan pendapatan pelaku industri kecil. 

Kendati demikian, Reni mengungkapkan tantangan besar di industri fesyen muslim, yakni menjaga daya saing industri nasional agar mampu memenuhi permintaan global yang terus meningkat. 

Kementerian Perindustrian menilai, penguatan rantai pasok bahan baku dan efisiensi logistik menjadi kunci agar Indonesia bisa bersaing dengan negara produsen besar seperti Tiongkok dan Turki. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menegaskan, pihaknya terus menyiapkan program untuk memperkuat ekosistem industri fesyen, termasuk modest fashion. 

“Program yang kami jalankan meliputi peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, penumbuhan wirausaha baru, fasilitasi sertifikasi produk dan kompetensi, hingga bantuan mesin, peralatan, dan akses promosi,” jelas Budi. 

Selain peningkatan kapasitas produksi, pemerintah juga berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor. Melalui kerja sama dengan pelaku usaha, asosiasi industri, desainer, akademisi, hingga marketplace, diharapkan muncul sinergi untuk membangun ekosistem modest fashion yang lebih efisien dan berkelanjutan. 

Pemerintah menilai, upaya ini penting untuk memastikan pertumbuhan ekspor tidak hanya bersifat momentum, tetapi juga menciptakan fondasi kuat agar Indonesia mampu menjadi hub produksi global di industri modest fashion.(*) 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait