Makro 19 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Emas Bakal Tembus USD5.000? Ini Skenario Bullish HSBC

Apakah reli ini murni sinyal bullish, atau justru jebakan menjelang badai?

Emas terus menanjak ke rekor baru dan HSBC memprediksi level fantastis USD5.000 per ons.

Ilustrasi: Setumpuk emas batangan (Foto: Unsplash/Jingming Pan)
Ilustrasi: Setumpuk emas batangan (Foto: Unsplash/Jingming Pan)

KABARBURSA.COM – Reli pasar saham yang sedang berlangsung telah mendorong emas ke titik tertinggi sepanjang masa berturut-turut di atas USD4.300 per ons. 

Kondisi tersebut akan mendorong harga logam kuning setinggi USD5.000 awal tahun depan, menurut analis di HSBC.

"Pasar bullish kemungkinan akan terus mendorong harga lebih tinggi pada paruh pertama tahun 2026 dan kita mungkin bisa mencapai level tertinggi USD5.000/oz pada paruh pertama tahun 2026," kata raksasa perbankan Inggris tersebut dalam sebuah catatan riset pada Jumat, 17 Oktober 2025. 

Prakiraan para analis ini didukung oleh tingginya risiko terhadap ekonomi global dan dampak pendatang baru di pasar logam mulia.

HSBC juga menaikkan perkiraan harga emas rata-rata untuk tahun 2025 menjadi USD3.455 per ons, naik dari USD3.355, dan menaikkan perkiraan harga emas rata-rata untuk tahun 2026 menjadi USD4.600, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar USD3.950 per ons.

HSBC mencatat bahwa kenaikan harga emas didorong oleh ketegangan geopolitik, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, meningkatnya arus masuk dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), ekspektasi penurunan suku bunga AS, dan ketidakpastian ekonomi terkait tarif. 

Bank tersebut juga menyebutkan ketidakpastian kebijakan ekonomi dan meningkatnya utang publik sebagai faktor-faktor yang mendukung harga.

Namun, HSBC memperingatkan bahwa mereka juga memperkirakan adanya volatilitas signifikan yang diikuti oleh beberapa moderasi harga pada paruh kedua tahun 2026.

"Berbeda dengan reli sebelumnya, kami yakin banyak pembeli baru ini kemungkinan akan tetap berada di pasar emas – bahkan setelah reli berakhir, bukan karena apresiasi semata, melainkan karena diversifikasi dan kualitas emas sebagai 'tempat berlindung yang aman'," tulis para analis.

Emas mengalami penurunan dalam perdagangan hari Jumat setelah harga spot logam kuning mencapai titik tertinggi sepanjang masa di USD4.380,99.

Harga emas spot terakhir diperdagangkan pada USD4.248,41 dengan kerugian 1,79 persen pada grafik harian. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait