Makro 30 Aug 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

Emas Berada di Jalur yang Tepat untuk Naik, Tinggal Tunggu Sentimen ini

Emas Berada di Jalur yang Tepat untuk Naik, Tinggal Tunggu Sentimen ini
Emas Berada di Jalur yang Tepat untuk Naik, Tinggal Tunggu Sentimen ini

Daftar Isi

  1. 01 Menunggu Data Inflasi
  2. 02 Emas Antam Naik

KABARBURSA.COM - Pada Jumat, 30 Agustus 2024, harga emas mengalami penurunan tipis tetapi tetap berada pada jalur kenaikan untuk bulan kedua berturut-turut. Harga emas di pasar spot turun 0,05 persen menjadi USD2.520,04 per ons, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat berkurang 0,29 persen menjadi USD2.553,00 per ons. Meskipun ada penurunan jangka pendek, harga emas telah melambung sekitar 3 persen sejauh bulan ini.

Penurunan harga emas ini terjadi di tengah spekulasi yang meningkat mengenai kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve pada bulan depan. Para trader saat ini sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan pemotongan suku bunga, dengan peluang 66 persen untuk pengurangan 25 basis poin dan 34 persen untuk pengurangan 50 basis poin, menurut FedWatch Tool CME Group.

Peter Fung, Head of Dealing Wing Fung Precious Metals, memperkirakan bahwa harga emas akan menembus USD2.650 pada akhir tahun dan dapat naik di atas USD2.800 hingga USD3.000 dalam jangka menengah hingga panjang. Prediksi ini didorong oleh tren keseluruhan yang bullish untuk emas, yang didorong oleh suku bunga yang lebih rendah dan ketegangan geopolitik.

Data yang akan dirilis malam ini, termasuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), akan memberikan panduan tambahan mengenai potensi pemotongan suku bunga. Data sebelumnya menunjukkan klaim pengangguran mingguan yang sedikit menurun, sementara kesempatan kerja bagi buruh yang diberhentikan menjadi semakin langka.

Dalam perkembangan geopolitik, ketegangan meningkat di Jalur Gaza dengan adanya jeda tiga hari antara militer Israel dan kelompok militan Palestina Hamas untuk memungkinkan vaksinasi polio.

Harga Logam Berharga Lainnya:

Harga emas mengalami penurunan pada Kamis, 29 Agustus 2024, tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Investor saat ini fokus pada data inflasi dari AS untuk mencari petunjuk mengenai potensi besaran pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) pada September mendatang.

Harga emas spot turun 0,8 persen menjadi USD2.505,03 per ons, setelah sebelumnya sempat merosot hingga 1,1 persen pada awal perdagangan. Kontrak berjangka emas AS juga melemah, turun 0,6 persen menjadi USD2.537,8. Penguatan dolar AS sebesar 0,6 persen membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, menambah tekanan pada harga emas.

David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, menjelaskan bahwa penguatan dolar memberikan sedikit tekanan pada emas. Ia menambahkan bahwa pasar saat ini sedang menunggu informasi lebih lanjut terkait data inflasi yang akan datang, sehingga terjadi konsolidasi dan pengambilan untung menjelang laporan tersebut.

Investor juga menantikan laporan pendapatan kuartalan dari Nvidia yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu, serta data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada Jumat, 30 Agustus 2024. Analis senior di ActivTrades, Ricardo Evangelista, menyatakan bahwa jika angka PCE lebih rendah dari perkiraan, hal ini dapat meningkatkan harapan akan kebijakan moneter yang lebih dovish dari The Fed, yang pada gilirannya bisa memberikan dorongan kenaikan bagi harga emas.

Proyeksi pasar saat ini menunjukkan kemungkinan sekitar 63,5 persen untuk pemangkasan suku bunga AS sebesar 25 basis poin pada September, dan 36,5 persen kemungkinan pemangkasan 50 basis poin, menurut alat CME FedWatch.

Selain itu, Dewan Emas Dunia melaporkan bahwa ETF emas mencatat arus masuk bersih sebesar 8 ton metrik, senilai USD403 juta pada minggu lalu, dengan dana-dana dari Amerika Utara memimpin arus masuk tersebut. Sementara itu, impor emas bersih China melalui Hong Kong naik 17 persen pada Juli, menandai kenaikan pertama sejak Maret. China, sebagai konsumen utama emas, menunjukkan peningkatan permintaan yang bisa mendukung harga emas global.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 2,5 persen menjadi USD29,24 per ons, platinum merosot 2,1 persen menjadi USD933,90, dan paladium terpangkas 2,6 persen menjadi USD944,58.

Emas Antam Naik

Harga emas batangan bersertifikat Antam dari Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami kenaikan pada hari Jumat, 30 Agustus 2024.

Menurut informasi dari situs Logam Mulia, harga emas Antam pecahan satu gram tercatat sebesar Rp 1.413.000 per gram. Kenaikan ini sebesar Rp 1.000 dari harga yang berlaku pada Kamis, 29 Agustus 2024, yang berada di angka Rp 1.412.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback emas Antam berada pada level Rp 1.260.000 per gram, juga naik Rp 1.000 dibandingkan harga buyback pada Kamis lalu yang tercatat di Rp 1.259.000 per gram.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait