Makro 19 Mar 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Emas Lanjut Jatuh ke USD4.800 usai Keputusan The Fed

Ini memberi sinyal terbatas terkait pemangkasan di tengah penguatan dolar serta konflik Timur Tengah.

Harga emas jatuh ke USD4.800 setelah The Fed menahan suku bunga, didorong penguatan dolar dan konflik Timur Tengah.

Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)
Ilustrasi: Sebongkah emas (gold nugget). (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM – Harga emas spot melanjutkan pelemahan setelah keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve pada Rabu, 18 Maret 2026, mencapai level terendah dalam lebih dari satu bulan akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap lebih tinggi lebih lama di tengah konflik yang berlangsung di Timur Tengah.

Seperti dilansir Reuters, harga emas spot turun 2,9 persen menjadi USD4.860,27 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 6 Februari pada sesi tersebut. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup turun 2,2 persen menjadi USD4.896,20.

Dolar AS menguat, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga, sesuai dengan ekspektasi pasar, dengan mengutip inflasi yang masih relatif tinggi dan memberikan sedikit petunjuk mengenai kapan biaya pinjaman jangka pendek akan kembali diturunkan. 

Proyeksi ekonomi pejabat The Fed menunjukkan bahwa mereka memperkirakan hanya satu kali penurunan suku bunga lagi tahun ini.

Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa proyeksi terbaru The Fed masih penuh ketidakpastian di tengah konflik Iran.

“Powell dengan tegas mengisyaratkan bahwa The Fed berada di posisi menunggu dan sinyal dovish yang disampaikannya tidak cukup untuk mendorong aset berisiko atau emas, yang belakangan diperdagangkan seperti aset berisiko. Jika pasar berharap adanya bantuan dari The Fed, mereka tidak mendapatkannya,” kata Tai Wong, trader logam independen.

“Penurunan emas di bawah USD5.000 per ons bisa menjadi sinyal teknikal yang mengkhawatirkan, tetapi tidak akan memengaruhi tren bullish jangka panjang,” imbuh dia.

Emas merupakan aset lindung nilai tradisional pada masa ketidakpastian, namun cenderung berkinerja lebih lemah ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga produsen AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Februari, dan berpotensi meningkat lebih lanjut akibat perang.

Hampir tiga pekan sejak konflik Iran berlangsung, belum terlihat tanda-tanda de-eskalasi, sehingga kontrak berjangka Brent tetap berada di atas USD100 per barel.

Ladang gas Pars milik Iran terkena serangan pada Rabu, sebuah eskalasi besar yang mendorong Teheran mengumumkan akan merespons dengan serangan terhadap target minyak dan gas di seluruh kawasan Teluk.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 4,2 persen menjadi USD75,99, platinum turun 3,9 persen menjadi USD2.041,30, dan paladium melemah 6,1 persen menjadi USD1.503,97.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait