Makro 24 Mar 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Moh. Alpin Pulungan

ESDM Jamin Energi Aman, Masyarakat Diminta Tenang

Pemerintah memastikan stok BBM 27–28 hari dan cadangan listrik mencukupi selama Lebaran 2026, serta mengimbau masyarakat tidak panic buying.

Pemerintah jamin pasokan BBM dan listrik aman saat Lebaran 2026, dengan cadangan BBM hingga 28 hari dan reserve margin listrik 48 persen.

Warga Pontianak, Kalimantan Barat mengeluh antre BBM sampai 4 jam. Foto: Instagram/@dailypontianak
Warga Pontianak, Kalimantan Barat mengeluh antre BBM sampai 4 jam. Foto: Instagram/@dailypontianak

Daftar Isi

  1. 01 Cadangan Listrik Aman

KABARBURSA.COM – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyebutkan kondisi pasokan energi nasional selama momen lebaran Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman.

Menurutnya, pemerintah telah menjamin stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik tetap terjaga selama periode mudik Lebaran.

Yuliot menyatakan, saat ini cadangan BBM Indonesia berada di kisaran 27 hingga 28 hari. Angka tersebut diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat bisa dengan menikmati aman mudik lebaran 2026 ini,” ujarnya lewat keterangan resmi dikutip Selasa, 22 Maret 2026.

Yuliot melanjutkan, kondisi pasokan energi nasional tersebut baik untuk sektor transportasi maupun kelistrikan, masih berada pada level memadai. Maka dari itu ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Selain itu, pemerintah juga tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM selama masa libur lebaran, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kita belum ada pendanaan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah,” sebutnya.

Meski pasokan terbilang aman, Yuliot meminta agar masyarakat tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU, terutama jika terjadi antrean.

“Jadi, untuk masyarakat yang mengantre di SPBU, mohon bersabar, jangan ada kericuhan. Tentu kami melayani secepat mungkin,” ungkapnya.

Cadangan Listrik Aman

Di sisi lain, ia memastikan pasokan listrik nasional juga dalam kondisi terkendali. Daya mampu sistem kelistrikan mencapai 52 gigawatt, sementara beban puncak baru menyentuh sekitar 35 persen. 

Artinya, tersedia cadangan daya (reserve margin) sekitar 48 persen dari kebutuhan rata-rata.

“Jadi, kita memiliki cadangan atau risk margin sekitar 48 persen. Jadi, masyarakat perlu khawatir,” jelasnya.

Menurut Yuliot, Kementerian ESDM akan terus memantau stabilitas pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia.

“Jadi, kami mengharapkan ketersediaan BBM bagi masyarakat itu bisa terpenuhi dari Sabang sampai dengan Merauke, bagi masyarakat yang merayakan Idulfidri. Ini kami bekerja keras untuk menjaga ketersediaan energi,” tutupnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait