Makro 09 Jan 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

ESDM: Program Listrik Desa Telah Menjangkau 1.516 Wilayah pada 2025

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyebut pemerataan listrik merupakan suatu hal yang harus diselesaikan melalui beberapa tahap agar seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di desa mendapatkan akses yang memadai.

Kementerian ESDM sukses menjalankan pemerataan akses listrik nasional lewat Program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Foto: KabarBursa/Hutama Prayoga.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Foto: KabarBursa/Hutama Prayoga.

KABARBURSA.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sukses menjalankan pemerataan akses listrik nasional lewat Program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik sepanjang tahun 2025.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyebut pemerataan listrik merupakan suatu hal yang harus diselesaikan melalui beberapa tahap agar seluruh wilayah di Indonesia, khususnya di desa mendapatkan akses yang memadai.

"Arahan dari Bapak Presiden Prabowo bahwa sampai dengan 2029-2030, semua desa-desa atau dusun-dusun yang jumlahnya 5.700 dan 4.400 itu harus semua listriknya sudah ada. Kehadiran listrik itu sebagai bentuk keadilan sosial," ujar dia dalam keterangannya dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Jumat, 9 Januari 2026.

Bahlil menyatakan, keberadaan listrik bukan hanya penyedia infrastruktur, tapi juga bentuk keadilan bagi masyarakat di Indonesia.

Perlu diketahui, program listrik desa telah dijalankan di 1.516 wilayah dan menjangkau 77.616 pelanggan sepanjang 2025. Ini merupakan prorgram pemerintah guna mempercepat rasio elektrifikasi nasional.

Lebih lanjut Bahli menyampaikan, kebutuhan dasar masyarakat harus terpenuhi, untuk itu dalam hal ini negera tidak boleh absen.

Di sisi lain, Kementerian ESDM juga menjalankan BPBL yang membidik masyarakat dengan penghasilan rendah yang rumahnya belum tersentuh listrik. Program ini diklaim dapat mengatasi masalah biaya pemasangan listrik untuk keluarga berpenghasilan rendah.

"Karena biaya pemasangannya kan butuh biaya, biaya rata-rata sekitar 2 juta sampai 2,5 juta. Kementerian ESDM atas arahan perintah Bapak Presiden itu memasang sebesar sebanyak 205.968 rumah. Jadi, selain program listrik desa juga ada kita pemasangan baru," ungkap Bahlil.

Adapun sebanyak 205.968 rumah tangga telah direalisasikan program BPBL hingga 31 Desember 2025. Dengan ini, pemerintah menyatakan program listrik desa dan BPBL bakal diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait