Makro 23 May 2026 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Syahrianto

Fakta-fakta yang Perlu Diketahui Investor soal BUMN Ekspor PT DSI

PT DSI akan awasi ekspor batu bara hingga sawit. Simak dampak kebijakan baru Prabowo bagi investor dan emiten.

BUMN ekspor PT DSI disiapkan mengawasi komoditas strategis RI. Investor perlu memahami dampaknya ke saham, rupiah, dan devisa.

BUMN ekspor PT DSI disiapkan mengawasi komoditas strategis RI. Investor perlu memahami dampaknya ke saham, rupiah, dan devisa. Foto: IG @sekretariat.kabinet
BUMN ekspor PT DSI disiapkan mengawasi komoditas strategis RI. Investor perlu memahami dampaknya ke saham, rupiah, dan devisa. Foto: IG @sekretariat.kabinet

KABARBURSA.COM — Pemerintah tengah menyiapkan perubahan besar dalam tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA). Melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), negara akan mulai mengawasi hingga menjadi perantara ekspor sejumlah komoditas strategis.

Kebijakan ini berpotensi mengubah pola perdagangan batu bara, minyak sawit mentah (CPO), hingga ferroalloy—komoditas yang selama ini diekspor langsung oleh perusahaan ke pembeli luar negeri.

Bagi investor, kebijakan tersebut bukan sekadar pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru. Dampaknya bisa merembet pada emiten batu bara, perkebunan, nilai tukar rupiah, hingga arus devisa nasional.

Berikut sejumlah fakta penting mengenai PT DSI yang perlu diketahui pelaku pasar

1. PT DSI Belum Langsung Berjalan Penuh, Ada Masa Transisi

Pemerintah menetapkan masa transisi selama tiga bulan sebelum skema baru diterapkan sepenuhnya. Periode tersebut dimulai pada Juni 2026 dan dapat diperpanjang hingga akhir tahun apabila diperlukan.

Selama masa transisi, eksportir tetap menjalankan bisnis seperti biasa dengan pembeli di luar negeri. Namun seluruh transaksi akan berada dalam pengawasan PT DSI. Artinya, mekanisme ekspor lama belum langsung dihapus.

2. PT DSI Akan Mengawasi Ekspor Komoditas Strategis

Pada tahap awal, pemerintah menetapkan tiga komoditas utama:

  • Batu bara
  • Minyak sawit mentah (CPO)
  • Ferroalloy

Setiap tiga bulan, pemerintah membuka evaluasi untuk menambah komoditas lain. Dengan skema ini, cakupan PT DSI berpotensi meluas ke sektor lain dalam beberapa tahun mendatang.

3. Pemerintah Ingin Kontrol Lebih Besar Perdagangan SDA

Selama ini eksportir Indonesia menjual komoditas langsung kepada pembeli asing. Pemerintah hanya mengatur kuota produksi dan harga acuan. Model baru membuat negara memiliki peran lebih besar dalam rantai ekspor.

Setelah masa transisi selesai, PT DSI dirancang membeli komoditas dari produsen domestik, lalu menjual kembali kepada pembeli luar negeri menggunakan acuan harga internasional.

Jika dijalankan penuh, fungsi PT DSI mendekati lembaga perdagangan komoditas negara (state trading entity).

4. Ingin Menekan Kebocoran Devisa

Salah satu alasan utama pembentukan PT DSI adalah dugaan praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya. Pemerintah menilai praktik semacam ini dapat memengaruhi:

  • Penerimaan negara,
  • Devisa hasil ekspor,
  • Cadangan devisa.
  • Stabilitas nilai tukar rupiah.

Karena itu, sistem satu pintu diharapkan memperkuat transparansi transaksi.

5. Kebijakan Baru Bisa Berdampak ke Emiten Batu Bara dan Sawit

Indonesia merupakan eksportir batu bara termal terbesar dunia serta produsen sawit terbesar global. Negara tujuan utama ekspor batu bara Indonesia antara lain:

  • China
  • India
  • Vietnam
  • Filipina

Perubahan tata niaga ekspor berpotensi memengaruhi emiten yang selama ini bergantung pada pasar ekspor. Pelaku pasar kemungkinan akan mencermati dampak kebijakan terhadap margin perusahaan, arus kas, kontrak dagang, hingga kecepatan ekspor.

6. Eksportir Wajib Menempatkan 100 Persen DHE di Bank Dalam Negeri

Selain pembentukan PT DSI, pemerintah juga menerapkan aturan baru devisa hasil ekspor (DHE). Mulai 1 Juni 2026, eksportir SDA wajib menyimpan 100 persen devisa hasil ekspor di bank domestik.

Kebijakan ini ditujukan memperkuat likuiditas valuta asing di dalam negeri dan menjaga stabilitas rupiah. Jika berjalan efektif, cadangan devisa Indonesia berpotensi meningkat.

7. Danantara Menunjuk Eks Bos Vale Indonesia

PT DSI akan dipimpin Luke Thomas Mahony, mantan direktur perusahaan tambang nikel PT Vale Indonesia. Luke memiliki pengalaman panjang di sektor pertambangan global dan sebelumnya pernah bekerja di BHP Billiton.

Penunjukan figur industri tambang dinilai memberi sinyal bahwa pemerintah memilih pendekatan teknokratik dibanding birokrasi murni.

Untuk sementara, pembentukan PT DSI menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan komoditas strategis nasional. Ini adalah langkah yang bisa mengubah peta permainan ekspor Indonesia dalam jangka panjang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait