Makro 22 Jul 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

FTSE 100 Menguat, Saham Tambang Inggris Melesat

Indeks FTSE 100 ditutup naik 0,2 persen dipimpin lonjakan saham pertambangan seperti Glencore dan Antofagasta, di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh BoE.

FTSE 100 naik dipimpin saham tambang setelah harga logam naik. Investor pantau peluang pemangkasan suku bunga BoE dan data sentimen konsumen Inggris.

Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM – Indeks FTSE 100 di Bursa London ditutup menguat pada perdagangan Senin, 21 Juli 2025, ditopang oleh lonjakan saham-saham sektor pertambangan. Fokus investor kini mengarah pada arah kebijakan suku bunga Bank of England (BoE) dalam waktu dekat.

Indeks FTSE 100 yang berorientasi internasional naik 0,2 persen, dipimpin oleh penguatan saham-saham tambang logam mulia. Subindeks penambang logam mulia melonjak 3,4 persen seiring dengan kenaikan harga emas. Saham Endeavour Mining melesat 4,1 persen, sementara Fresnillo naik 3,6 persen.

Saham sektor tambang industri juga menguat 3,1 persen, mengikuti reli harga bijih besi dan baja setelah pemerintah China mengumumkan dimulainya pembangunan proyek bendungan raksasa di Tibet, yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan baja konstruksi. Glencore naik 3 persen, Anglo American naik 3,3 persen, Antofagasta menguat 4,7 persen, dan Rio Tinto bertambah 2,7 persen.

Di sisi lain, saham sektor media menjadi pemberat indeks dengan penurunan 1,1 persen. Saham Informa turun 1,7 persen. Indeks sektor dirgantara dan pertahanan juga melemah 1 persen, dipimpin oleh penurunan saham BAE Systems sebesar 2 persen.

Sementara itu, indeks midcap FTSE 250 yang lebih berorientasi domestik naik 0,5 persen. Saham Oxford Nanopore Technologies melonjak 19,2 persen, tertinggi sejak Januari 2024, didorong ekspektasi pendapatan semester pertama yang lebih tinggi. Sebaliknya, MONY Group merosot 6,9 persen setelah margin kotor semester pertamanya turun menjadi 66 persen dari 68 persen setahun sebelumnya.

Menurut data LSEG, pelaku pasar kini memprediksi peluang sebesar 85 persen bahwa BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan depan.

Di sisi lain, survei Deloitte menunjukkan sentimen konsumen Inggris mengalami penurunan tajam untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun terakhir, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pekerjaan.

Sumber Reuters menyebutkan bahwa Bank of England telah meminta sejumlah bank untuk menguji ketahanan mereka terhadap potensi guncangan terkait dolar AS.

Dari sisi korporasi, BP menunjuk Albert Manifold, mantan CEO produsen material bangunan CRH, sebagai ketua baru perusahaan. Di sisi lain, Financial Times melaporkan bahwa London Stock Exchange Group sedang mempertimbangkan peluncuran jam perdagangan 24 jam dan tengah mengkaji kelayakannya. Saham LSEG turun 1,6 persen. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait