Makro 12 Sep 2024 Penulis: KabarBursa.com Editor: Tim Editorial

Gen Z tak lagi Jadikan Mbah Google Sumber Informasi

Gen Z tak lagi Jadikan Mbah Google Sumber Informasi
Gen Z tak lagi Jadikan Mbah Google Sumber Informasi

Daftar Isi

  1. 01 Tips Investasi untuk Gen Z

KABARBURSA.COM - Kalangan Generasi Z (Gen Z) tidak lagi menggunakan mesin pencarian Google untuk mendapatkan informasi secara onlie. Hal itu terungkap dari hasil penelitian.

Sebagai informasi, yang masuk dalam golongan Gen Z adalah mereka yang lahir tahun 1997-2012. Generasi ini merupakan generasi pertama yang bersinggungan dengan internet sepanjang hidupnya.

Analis internet dari Bernstein Research, Mark Shmulik mengatakan, generasi muda, terutama Gen Z memilih platform lain untuk mendapatkan informasi.

"Selamat tinggal Google. Audiens yang lebih muda melakukan pencarian, bukan googling," kata Shmulik, dilansir dari Bussines Insider.

Tak hanya Gen Z, bahkan Gen Alpha dapat dikatakan tidak pernah memanfaatkan mesin pencarian Google untuk mencari informasi.

Shmulik menyarankan, untuk bertanya kepada Gen Z dan Gen Alpha untuk menanyakan alat atau apa yang digunakan ketika mencari sebuah informasi.

"Cobalah minta mereka untuk mencari sesuatu secara online, dan jelaskan apa yang mereka lakukan untuk melihat apa yang mereka cari," ujar Shmulik.

Lantas, di mana Gen Z dan Gen Alpha mencari informasi secara daring? Ini penjelasannya.

TikTok

Menurut Shmulik, dari hasil analis, Gen Z acap kali memilih aplikasi TikTok daripada Google untuk melihat rekomendasi restoran dan hotel. Atau, mereka akan merujuk ke kreator konten yang disukai untuk melihat rekomendasi produk tersebut.

Ada juga beberapa Gen Z memilih langsung membuka aplikasi atau situs website dari merek atau produk yang diinginkan.

Perubahan perilaku ini setelah selama kurang lebih 20 tahun hegemoni Google sebagai mesin pencarian informasi secara online berbasis website.

Milenial Masih Setia pada Google

Pada 2023, regulator komunikasi asal Inggris, Ofcom merilis laporan berjudul 'News Consumption in the UK: 2023' yang menunjukkan TikTok menjadi aplikasi media sosial populer di kalangan Gen Z.

Di Inggris, aplikasi video berdurasi pendek ini menjadi salah satu sumber pencarian hberita terpopuler di kalangan Gen Z. TikTok disebut sudah mulai menjadi salah satu sumber mencari berita warga Inggris sejak 2020.

Pada 2022, sebanyak 3,9 juta atau sekitar 7 persen orang dewasa di Inggris mengaku menggunakan TikTok sebagai sumber mencari berita. Jumlah ini naik cukup drastis dibanding tahun 2020.

Selain TikTok, beberapa media sosial lain juga menjadi sumber mencari berita Gen Z di Inggris.

Sementara, aplikasi WhatsApp (WA) digunakan 13 persen responden, Instagram 16 persen, Twitter 17 persen, dan Facebook 30 persen responden.

Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset yang biasa memantau kebiasaan anak muda, YPulse, menunjukkan bahwa Gen Z lebih suka mencari informasi melalui TikTok ketimbang Google.

Perilaku ini berbeda dengan generasi Milenial (kelahiran 1981-1996) yang disebut masih setia  dengan Google.

YPulse menyebut sekitar 46 persen responden mereka yang berumur 18-24 tahun (Gen Z) masih mencari informasi atau googling di Google, diikuti oleh 21 persen di TikTok dan 5 persen di YouTube.

Namun, jika dibandingkan dengan jumlah responden YPulse yang masuk ke kategori Milenial (umur 25-39 tahun), pengguna kategori ini lebih banyak mencari informasi di Google dengan angka sekitar 58 persen. Artinya, data YPulse itu menunjukkan bahwa jumlah Gen Z yang mencari informasi di Google lebih sedikit ketimbang Milenial.

Tips Investasi untuk Gen Z

Dalam dunia investasi, terutama bagi generasi Z yang baru memulai, pemahaman mendalam tentang kinerja fundamental perusahaan adalah kunci untuk menghindari kesalahan investasi.

Menurut Reza Priyambada, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, analisis fundamental yang solid dapat membantu investor menghindari efek FOMO (Fear of Missing Out) dan membuat keputusan yang lebih bijaksana dalam menentukan portofolio mereka.

Reza menekankan pentingnya memahami kinerja fundamental terutama dari empat bank besar di Indonesia, seperti PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, sebagai langkah awal yang strategis.

"Memahami bagaimana (fundamental) bank-bank ini, (khususnya ketika) membagikan dividen dan menganalisis kinerjanya adalah langkah penting sebelum terjun ke dunia investasi," ujar Reza kepada  Kabar Bursa, Sabtu, 7 September 2024.

Terkait dengan pergerakan harga saham, Reza menjelaskan bahwa meskipun teori menyatakan bahwa kinerja saham berhubungan erat dengan kinerja fundamental, kenyataannya banyak faktor lain yang memengaruhi pergerakan harga saham.

"Selain kinerja fundamental, ada faktor makroekonomi, sentimen industri, dan berita lain yang dapat memengaruhi harga saham. Misalnya, peluncuran produk baru atau peningkatan potensi keuntungan dapat menyebabkan pergerakan harga yang signifikan," katanya.

Namun, Reza juga memperingatkan bahwa investor harus waspada terhadap pergerakan harga saham yang tidak didukung oleh berita atau informasi yang jelas.

"Kadang-kadang, harga saham bisa naik tanpa adanya berita penting, yang mungkin menjadi sinyal peringatan. Oleh karena itu, investor harus memiliki dasar yang kuat dalam analisis sebelum membuat keputusan investasi," tambahnya.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham dan kinerja fundamental perusahaan, investor generasi Z dapat membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi dan mengurangi risiko kerugian. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait