Makro 21 Apr 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Gencatan Senjata AS–Iran Berpotensi Retak, Harga Emas Turun

Harga emas spot ditutup di level USD4.794,21 per ons atau turun 0,7 persen usai menyentuh titik terendah sejak 13 April 2026 di awal sesi

Harga emas dunia menurun pada Senin, 20 April 2026 imbas kecemasan inflasi. Hal ini terjadi runtuhnya gencatan senjata AS-Iran

Ilustrasi emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)
Ilustrasi emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga emas dunia menurun pada Senin, 20 April 2026 imbas kecemasan inflasi. Hal ini terjadi usai Selat Hormuz kembali ditutup sehingga membuat harga minyak melonjak.

Mengutip Reuters, harga emas spot ditutup di level USD4.794,21 per ons atau turun 0,7 persen usai menyentuh titik terendah sejak 13 April 2026 di awal sesi. Sedangkan, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 1,3 persen menjadi USD4.813,70.

Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylive mengatakan harga emas per kemarin menyusut setelah gencatan senjata AS-Iran yang sempat dirayakan pasar pekan lalu, tampaknya mulai runtuh.

"Hal itu telah menghidupkan kembali dinamika 'perdagangan perang' yang kini sudah familiar kita lihat sejak awal konflik. Harga minyak mentah naik, yang berdampak pada ekspektasi inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi serta nilai dolar AS." ujar dia.

Indeks dolar AS mengalami penguatan, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Di waktu yang sama, harga minyak mentah dunia naik signifikan karena meningkatnya ketegangan AS-Iran. Kondisi ini membuat pengiriman barang masuk dan keluar dari Teluk  sangat minim.

Diberitakan Reuters, AS telah menyita sebuah kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade mereka. Sementara pihak Iran menyebut akan membalas, meningkatkan kemungkinan bahwa gencatan senjata antara kedua negara mungkin tidak akan bertahan.

Perlu diketahui, harga emas telah turun sekitar 8 persen sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Hal ini membuat kekhawatiran bahwa harga energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan mempertahankan suku bunga global naik untuk jangka waktu yang lebih lama.

Meskipun emas dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi menekan permintaan terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Sementara itu, harga perak spot turun 1,3 perse menjadi USD79,75 per ons, platinum berada di level USD2.086,90 atau menyusut 0,8 persen. Sedangkan paladium turun 0,4 persen atau ditutup di level USD1.553. (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait