KABARBURSA.COM -;Harga emas ditutup stabil pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026 dikarenakan prospek gencatan senjata antara Israel dan Iran.
Mengutip Reuters, harga emas spot tetap stabil di level USD4.334,22 per ons setelah mencapai level terendah sejak 23 Maret di awal sesi. Sementara, Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup sedikit berubah di harga USD4.363,4.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Israel dan Iran sama-sama berupaya untuk melakukan gencatan senjata dan negosiasi akhir tentang perdamaian sedang berlangsung.
"Kami pulih dari titik terendah di luar negeri hanya karena berita bahwa mungkin ada gencatan senjata baru antara Iran dan Israel. Jadi itu sedikit mengurangi tekanan penurunan," kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
Meskipun emas secara tradisional dicari sebagai aset aman selama konflik, kesepakatan perdamaian akan mengurangi risiko inflasi yang dipicu oleh energi dan meringankan tekanan pada bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membebani emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Alat FedWatch dari CME Group menyatakan jika para pedagang kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga seperempat poin pada bulan Desember sebesar 43 persen.
Investor kini menantikan data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada hari Rabu dan data Indeks Harga Produsen (PPI) pada hari Kamis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga Federal Reserve.
Adapun Citi menurunkan target harga emas jangka pendeknya menjadi USD4.000 per ons dari USD4.300 karena ekspektasi kenaikan suku bunga AS tahun ini akibat kebuntuan di Selat Hormuz dan tingginya harga energi.
Di sisi lain, harga perak spot naik 0,6 persen menjadi USD68,22 per ons, platinum turun 1,6 persen ke level USD1.747,76, sementara paladium menyusut 1,7 persen di harga USD1.205,73. (*)