Makro 20 Sep 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Harga CPO Melemah di Tengah Libur Panjang, Pasar Menanti Arah Permintaan Global

Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember di Bursa Derivatif Malaysia terkoreksi 0,23 persen ke level MYR4.424 per metrik ton

Harga minyak sawit mentah (CPO) mencatat penurunan tipis sepanjang pekan ini, terseret sentimen libur panjang

Harga minyak sawit mentah (CPO) mencatat penurunan tipis sepanjang pekan ini
Harga minyak sawit mentah (CPO) mencatat penurunan tipis sepanjang pekan ini

KABARBURSA.COM - Harga minyak sawit mentah (CPO) mencatat penurunan tipis sepanjang pekan ini, terseret sentimen libur panjang yang melambatkan aktivitas perdagangan dan tekanan dari tren global komoditas nabati.

Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember di Bursa Derivatif Malaysia terkoreksi 0,23 persen ke level MYR4.424 per metrik ton. Sepanjang sepekan, harga anjlok 1,05 persen, menandakan tekanan lanjutan dari pasar yang masih mencari pijakan.

Mengutip laporan Reuters, otoritas Malaysia resmi menaikkan harga acuan minyak sawit mentah untuk Oktober. Penyesuaian ini mempertahankan tarif bea ekspor di kisaran 10 persen, sebagaimana diumumkan Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) pada Jumat.

Dari belahan dunia lain, Brasil bersiap menghadapi lonjakan output kedelai. Lembaga pangan nasional, Conab, memperkirakan produksi kedelai Negeri Samba itu akan tembus hampir 178 juta metrik ton pada musim tanam terbaru—sebuah angka yang dapat memengaruhi lanskap pasar minyak nabati global.

Sementara itu, data ekspor Malaysia menunjukkan pergerakan yang variatif. Lembaga pemantau kargo, Intertek Testing Services, mencatat ekspor produk turunan sawit Malaysia pada periode 1–15 September naik 2,6 persen dibandingkan paruh pertama Agustus. Namun, laporan terpisah dari AmSpec Agri Malaysia justru menunjukkan penurunan tipis 0,1 persen dalam periode yang sama.

Dari sisi permintaan, sorotan tertuju pada India. Negara konsumen terbesar minyak sawit ini diperkirakan akan mempertahankan volume pembelian menjelang musim perayaan besar pada pertengahan Oktober. Data Agustus mengungkapkan bahwa impor minyak sawit India melonjak 15,8 persen menjadi 990.528 ton—angka tertinggi dalam lebih dari 12 bulan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh harga CPO yang lebih bersaing dibanding minyak kedelai, mendorong pelaku industri untuk memperkuat stok mereka.

Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (Solvent Extractors’ Association of India) memproyeksikan impor CPO akan tetap tinggi di bulan ini, dengan estimasi menembus angka 800.000 ton, mencerminkan sentimen positif dari pasar hilir di tengah ketidakpastian pasokan global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait