Makro 15 Jul 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Harga Emas Melemah Setelah Sentuh Tertinggi Tiga Pekan

Harga emas turun tipis setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan, dipengaruhi penguatan dolar AS dan menanti rilis data inflasi serta kebijakan tarif global.

Harga emas melemah setelah sempat naik ke level tertinggi tiga pekan. Dolar AS menguat, pelaku pasar menanti data inflasi dan arah suku bunga The Fed.

Ilustrasi: Setumpuk emas batangan (Foto: Unsplash/Jingming Pan)
Ilustrasi: Setumpuk emas batangan (Foto: Unsplash/Jingming Pan)

KABARBURSA.COM – Harga emas dunia sedikit turun pada perdagangan Senin setelah sempat menyentuh posisi tertinggi dalam tiga pekan. Pelaku pasar kini memfokuskan perhatian pada perkembangan pembicaraan dagang global dan rilis data ekonomi Amerika Serikat, sementara harga perak melesat ke level tertinggi sejak September 2011.

Seperti dikutip dari Reuters, harga spot emas tercatat turun 0,1 persen ke posisi USD3.350,97 per troy ounce, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Juni. Kontrak berjangka emas AS juga ditutup melemah 0,1 persen ke USD3.359,1 per troy ounce.

Kenaikan dolar AS ke titik tertinggi dalam hampir tiga pekan turut menekan harga emas. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Setelah lonjakan harga yang cukup tajam, kita melihat aksi ambil untung. Tapi secara umum, pasar emas masih tetap mendapat dukungan kuat," ujar Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

Dari sisi geopolitik, Uni Eropa dan Korea Selatan dilaporkan tengah menjajaki kesepakatan dagang baru dengan Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif impor sebesar 30 persen atas sebagian besar produk dari Uni Eropa dan Meksiko mulai bulan depan, menambah tekanan terhadap negara lain termasuk Jepang dan Korea Selatan.

Para investor kini menantikan data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis Selasa dan laporan Indeks Harga Produsen (PPI) pada Rabu, sebagai petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.

"Presiden AS terus menyampaikan bahwa ia ingin melihat suku bunga yang lebih rendah, dan menurut saya itu cukup mendukung harga emas dalam jangka panjang," tambah Melek.

Emas biasanya menjadi lebih menarik di tengah lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau deposito.

Sementara itu, harga spot perak ditutup datar di USD38,36 per troy ounce, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam hampir 13 tahun.

"Fundamental perak sangat kuat. Logam ini sedang mengalami defisit pasokan, sementara permintaan, terutama dari sektor energi surya, terus meningkat," kata Nitesh Shah, analis komoditas di WisdomTree.

Ia juga menambahkan bahwa performa perak mulai mengejar emas, dengan rasio harga emas terhadap perak mendekati angka 86.

Untuk logam mulia lainnya, harga platinum turun 1,5 persen ke USD1.378,86, dan palladium jatuh 1,9 persen ke USD1.192,56 setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait