Makro 03 Mar 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Harga Emas Meroket, Investor Cari Aset Aman di Tengah Konflik Timur Tengah

Harga emas spot naik 2,1 persen menjadi USD5.390,38 per ons.

Harga emas mengalami kenaikan lebih dari 2 persen pada Senin, 2 Maret 2026, akibat konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran

Ilustrasi emas (Foto: AI untuk KabarBursa)
Ilustrasi emas (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami kenaikan lebih dari 2 persen pada Senin, 2 Maret 2026, akibat konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang lebih luas serta mendorong orang untuk mencari aset aman.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 2,1 persen menjadi USD5.390,38 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 3 persen menjadi USD5.406,30 per ons.

"Yang kita lihat adalah peningkatan aset safe-haven, yang tercermin dalam kenaikan harga emas dan juga tercermin dalam penurunan aset berisiko, seperti saham," kata analis ActivTrades, Ricardo Evangelista.

Perlu diketahui, menguatnya harga emas batangan pada tahun ini disebabkan oleh peningkatan gejolak politik global dan ketidakpastian ekonomi.

Reli terbaru ini memperpanjang kenaikan harga emas sebesar 64 persen pada tahun lalu, didorong oleh pembelian yang kuat oleh bank sentral, arus masuk yang besar ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS.

"Situasinya tetap sangat tidak pasti dan eskalasi ini semakin memicu sentimen bullish di pasar emas dan perak, memberikan dukungan pada harga dan stabilitas pada portofolio di saat volatilitas tinggi di pasar keuangan," kata analis Julius Baer, ​​Carsten Menke.

Pekan lalu, BNP Paribas menaikkan perkiraan harga emas tahun 2026 sebesar 27 persen menjadi USD5.620/oz. Mereka  memperkirakan harga akan mencapai puncaknya di atas USD6.250/oz pada akhir tahun karena ketidakpastian makro dan geopolitik yang terus berlanjut.

Adapun, Iran membalas serangan dari AS-Israel dengan menyerang kota-kota di Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Hal ini pun mengganggu perjalanan udara regional dan menghentikan lalu lintas kapal tanker minyak dan produk melalui Selat Hormuz.

Di sisi lain, harga perak spot naik 1,7 persen menjadi USD95,36 per ons, setelah menyentuh level tertinggi dalam sebulan sebelumnya pada sesi perdagangan.

Sedangkan, harga platinum spot turun 0,7 persen menjadi USD2.348,65 per ons, sementara paladium naik 0,8 persen menjadi USD1.806,96. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait