Makro 29 Oct 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Harga Emas Merosot Jelang Pertemuan Donald Trump-Xi Jinping

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals mengatakan penurnan harga emas tersebut dikarenakan potensi kesepakatan perdagangan antara AS dan China

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals mengatakan penurnan harga emas tersebut dikarenakan potensi kesepakatan perdagangan antara AS dan China

Ilustrasi Emas Perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Emas Perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025. Hal ini tidak lepas dari jelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping.

Mengutip Reuters, Harga emas spot sempat turun 0,4 persen menjadi USD3.964,35 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 6 Oktober. Sesangkan harga emas berjangka AS turun 0,9 persen dan ditutup pada USD3.983,1 per ons.

Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals mengatakan penurnan harga emas tersebut dikarenakan potensi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Ketegangan perdagangan AS-China telah benar-benar mereda, dengan kemungkinan tercapainya kesepakatan perdagangan akhir pekan ini setelah pertemuan puncak antara Presiden Xi dan Trump. Hal ini berdampak negatif bagi logam mulia," ujar dia.

Diketahui, pejabat ekonomi tinggi  AS dan China akhir pekan ini  menyelesaikan kerangka kerja kesepakatan potensial untuk Donald Trump dan Xi Jinping guna ditinjau pada pertemuan mereka pada Kamis.

Harapan meredanya ketegangan perdagangan telah memicu optimisme di pasar global, dengan indeks utama Wall Street dibuka pada rekor tertinggi pada hari Selasa.

Investor juga menantikan hasil pertemuan kebijakan dua hari The Fed pada hari Rabu, 29 Oktober 2025. Bank sentral AS tersebut diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase.

Namun, prospek harga emas tetap tidak jelas. Beberapa analis memperkirakan harga akan terus mencapai harga tertinggi, sementara yang lain tetap berhati-hati.

Pertemuan tahunan London Bullion Market Association meramalkan harga sebesar USD4.980 per ons selama 12 bulan ke depan, sementara Citi dan Capital Economics menurunkan perkiraan harga emas mereka.

"Pasar telah mencapai titik jenuh beli, yang akhirnya memicu koreksi minggu ini," kata Bank of America dalam sebuah catatan.

Adapun di tengah ketidakpastian, emas telah naik lebih dari 51 persen tahun ini, didukung oleh ketegangan geopolitik dan perdagangan yang sedang berlangsung, serta perkiraan pemotongan suku bunga AS.

Di sisi lain, harga perak spot naik 0,7 persen menjadi USD47,21 per ons, setelah menyentuh harga terendah sejak 26 September. Harga platinum stabil di USD1.589,87, dan paladium turun 0,1 persen menjadi USD1.401,63.(*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait