Makro 26 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Harga Emas Naik Satu Persen Usai Harapan Damai AS-Iran Meningkat

Kenaikan harga emas didorong harapan pembukaan kembali Selat Hormuz

Harga emas dunia naik lebih dari 1 persen di tengah optimisme kesepakatan damai AS-Iran,

Ilustrasi emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)
Ilustrasi emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami kenaikan lebih dari 1 persen pada Senin, 25 Mei 2026 setelah optimisme adanya sinyal Damai antara Amerika Serikat (AS)-Iran.

Mengutip CNBC, harga emas spot berada di level USD4.559,07 per ons atau naik 1,1 persen. Sedangkan kontrak berjangka AS untuk pengiriman Juni ikut meningkat 0,8 persen menjadi USD4.559,80.

Sebenarnya, pada Senin, 27 Mei 2026, Presiden AS Donald Trump tidak ingin terburu-buru dalam menyelesaikan negosiasi kesepakatan damai dengan Iran.

Kendati demikian, pasar tampaknya lebih mengutamakan pernyataan pada pekan lalu jika Washington dan Iran telah menegosiasikan sebagian besar kesepakan perdamaian yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.

Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade mengatakan Trump telah memberi harapan pasar semacam kesepakatan dengan Iran. Menurutnya, hal ini dapat mengarah pada pembukaan Selat Hormuz.

"Prospek tersebut telah menekan harga minyak dan, sebagai dampaknya, memberikan dorongan yang menggembirakan bagi emas dari perspektif inflasi,” ujar dia dikutip dari CNBC.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio pada hari Senin mengatakan jika negaranya akan mencapai kesepakatan dengan Iran "dengan cara lain".

Dolar AS berada di level terendah dalam sepekan terakhir. Hal ini membuat emas batangan yang diperdagangkan dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Di sisi lain,  harga perak spot ditutup di level USD77,79 per ons atau naik 3,1 persen. Platinum naik 2,3 persen menjadi USD1.966,59 dan paladium naik 2,7 persen ke harga USD1.384,70. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait