Makro 30 Apr 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Harga Emas Pullback dari Trennya, setelah Suku Bunga The Fed

Logam mulia lainnya juga mengalami pemulihan dari pelemahan sebelumnya.

Harga emas bullish tipis dari level terendah, tapi tekanan dari The Fed dan konflik Iran masih membayangi pasar.

Harga emas pullback dari trennya dalam satu bulan pada perdagangan Asia, Kamis, 30 April 2026 namun masih berada di bawah tekanan. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)
Harga emas pullback dari trennya dalam satu bulan pada perdagangan Asia, Kamis, 30 April 2026 namun masih berada di bawah tekanan. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Harga emas pullback dari trennya dalam satu bulan pada perdagangan Asia, Kamis, 30 April 2026 namun masih berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran terkait konflik Amerika Serikat-Iran serta rencana kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang cenderung ketat.

Seperti dilansir Investing, logam mulia ini masih mencatat tekanan sepanjang April, karena minat terhadap aset aman seperti emas tertutup oleh penguatan dolar AS dan kekhawatiran terhadap dampak inflasi dari konflik Iran.

Harga emas spot naik 0,5 persen menjadi USD4.564,12 per ons, sementara kontrak berjangka emas menguat 0,3 persen ke USD4.575,66 per ons pada pukul 02:12 Eastern Time (ET).

Logam mulia lainnya juga mengalami pemulihan dari pelemahan sebelumnya. Perak spot naik 1,2 persen menjadi USD72,2485 per ons, sementara platinum spot menguat 2 persen ke USD1.918 per ons.

Harga emas sempat bearish pada perdagangan sebelumnya setelah The Fed mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pada Rabu, 29 April 2026. Namun, hasil rapat menunjukkan meningkatnya perbedaan pandangan di antara anggota dewan terhadap arah pelonggaran kebijakan.

Tiga dari 12 anggota dewan penentu suku bunga The Fed menyatakan keberatan terhadap bias pelonggaran, terutama di tengah meningkatnya risiko inflasi dan ketidakpastian ekonomi akibat konflik Iran.

Perkembangan ini mendorong pelaku pasar kembali menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada 2026. Dolar AS menguat pada Kamis, melanjutkan penguatan sejak awal pekan.

Rapat pada Rabu juga menjadi yang terakhir bagi Ketua The Fed Jerome Powell, yang menyatakan akan mundur dari jabatannya namun tetap menjadi anggota dewan sebagai gubernur.

Pengganti potensial Powell, Kevin Warsh, diperkirakan akan dikonfirmasi dalam beberapa pekan ke depan. Warsh sebelumnya menyatakan di hadapan Kongres bahwa ia tidak memberikan komitmen untuk menurunkan suku bunga.

Suku bunga yang tetap tinggi menjadi sentimen negatif bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas, karena meningkatkan biaya peluang dibandingkan instrumen berbasis utang.

Selain The Fed, Bank of England dan Bank Sentral Eropa juga dijadwalkan menggelar pertemuan pada Kamis.

Pasar logam juga tertekan oleh lonjakan harga minyak, dengan Brent mencapai level tertinggi dalam empat tahun pada Kamis.

Kenaikan ini terjadi setelah laporan menyebut Donald Trump akan menerima paparan mengenai opsi militer tambahan terhadap Iran, termasuk serangan langsung, pembukaan paksa sebagian Selat Hormuz, hingga operasi pasukan khusus untuk menguasai cadangan uranium di Teheran.

Lonjakan harga minyak tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi berbasis energi yang dapat mendorong sikap lebih ketat dari bank sentral global. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas sejak konflik Iran pecah pada akhir Februari.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait