Makro 23 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Harga Emas Terus Cetak Rekor Tertinggi Baru ke 3.747,08

Harga emas sentuh rekor tertinggi baru didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.

Harga emas sentuh rekor tertinggi baru didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.

Ilustrasi: sebongkah emas batangan. (Foto: Pexels/Michael Steinberg)
Ilustrasi: sebongkah emas batangan. (Foto: Pexels/Michael Steinberg)

KABARBURSA.COM – Harga emas naik mendekati 2 persen ke rekor tertinggi pada Senin, 22September 2025, seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) dan permintaan aset lindung nilai yang bertahan di tengah ketidakpastian politik. 

Investor kini mencermati pidato pejabat the Fed dan data inflasi penting yang akan dirilis untuk mendapatkan sinyal kebijakan terbaru.

Dilansir Reuters, harga spot emas naik 1,7 persen ke rekor baru di 3.747,08 dolar AS per ons. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 1,9 persen ke 3.775,10 dolar AS per ons. 

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah mengambil kendali pemukiman Kalynivske di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina.

Gubernur The Fed Stephen Miran menyatakan bank sentral harus memangkas suku bunga secara agresif untuk mengurangi risiko terhadap prospek ekonomi. 

The Fed pekan lalu memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, yakni pemangkasan pertama sejak Desember. Ini memberi sinyal kesediaan untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut.

“Ada arus berkelanjutan permintaan aset lindung nilai di tengah kondisi geopolitik yang masih goyah, termasuk perang Rusia-Ukraina. Pemangkasan suku bunga The Fed pekan lalu dan kemungkinan pemangkasan lanjutan hingga akhir tahun juga mendukung harga,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Investor juga memantau rangkaian pidato pejabat The Fed pekan ini, termasuk pernyataan Ketua Jerome Powell pada Selasa, untuk mendapatkan sinyal terbaru terkait arah kebijakan moneter bank sentral. 

Data inti pengeluaran konsumsi pribadi AS yang akan dirilis Jumat juga menjadi fokus.

Sementara itu, setelah penurunan musiman tipikal pembelian emas di Inggris, permintaan bank sentral kembali naik menjadi 63 ton, menyamai rata-rata pasca-2022 dan menambah sentimen positif, kata Societe Generale dalam catatan pada Senin.

Harga perak naik 2,1 persen ke 43,99 dolar AS per ons, level tertinggi lebih dari 14 tahun. Platinum naik 1 persen ke 1.418,61 dolar AS dan paladium menguat 3,3 persen ke 1.186,71 dolar AS. 

“Perak mungkin menemukan kenaikan baru saat investor melirik melampaui rekor harga emas. Dengan rasio emas-perak saat ini sekitar 86, masih di atas rata-rata lima tahun sebesar 82, perak mungkin memiliki ruang lebih untuk mengejar ketertinggalannya dari logam mulia saudaranya,” kata Han Tan, kepala analis pasar di Nemo.money. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait