Makro 17 Jun 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Harga Emas Turun, Pasar Waspadai Konflik dan The Fed

Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen akibat aksi ambil untung, sementara pasar fokus pada konflik Iran-Israel dan rapat suku bunga The Fed.

Harga emas turun 1,2 persen saat pasar cermati konflik Iran-Israel dan arah suku bunga The Fed. Investor ambil untung setelah emas sentuh level tertinggi.

Ilustrasi: sebongkah emas batangan. (Foto: Pexels/Michael Steinberg)
Ilustrasi: sebongkah emas batangan. (Foto: Pexels/Michael Steinberg)

KABARBURSA.COM - Harga emas dunia turun lebih dari satu persen pada Senin, 16 Juni 2025 waktu setempat karena investor mengambil keuntungan setelah harga menyentuh level tertinggi dalam delapan pekan. 

Fokus pasar kini tertuju pada perkembangan konflik Israel-Iran dan rapat kebijakan Federal Reserve yang digelar pekan ini.

Seperti dilansir Reuters, harga spot emas melemah 1,2 persen menjadi USD 3.392,86 per ounce. Sebelumnya, harga sempat menyentuh level tertinggi sejak 22 April. Pada Jumat lalu, harga emas sempat naik lebih dari satu persen.

"Perlu diingat bahwa kenaikan harga emas beberapa sesi terakhir terutama dipicu oleh konflik antara Israel dan Iran. Hari ini, pasar mengalami koreksi, kemungkinan besar karena aksi ambil untung setelah lonjakan harga sebelumnya," ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Iran meminta Presiden AS Donald Trump untuk memaksa Israel melakukan gencatan senjata sebagai satu-satunya cara mengakhiri perang udara yang sudah berlangsung selama empat hari. 

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya sedang berada di "jalur menuju kemenangan".

Di sisi lain, para pemimpin negara-negara G7 memulai pertemuan tahunan di Kanada. Indeks futures saham AS naik, sedangkan dolar AS cenderung melemah dalam perdagangan yang berfluktuasi.

Investor juga mencermati rapat kebijakan The Fed yang berlangsung selama dua hari dan akan berakhir pada Rabu. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap.

"Sejauh ini tampaknya The Fed cenderung menahan diri, mengingat ketidakpastian besar dalam perekonomian, mulai dari tarif hingga ketegangan geopolitik. Jadi, tidak mengejutkan jika The Fed menunda pemangkasan suku bunga," lanjut Meger.

Emas sering dipandang sebagai aset lindung nilai saat terjadi ketegangan geopolitik dan inflasi yang meningkat. Komoditas ini juga diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil.

Untuk logam mulia lainnya, harga spot perak stabil di USD 36,33 per ounce. Harga platinum naik 2 persen menjadi USD 1.252,57, sementara palladium menguat 0,8 persen menjadi USD 1.036,10. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait