Makro 04 Dec 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Harga Logam Mulia Bersaing: Perak Capai Rekor, Bagaimana Emas?

Harga emas bertahan mendekati puncak, sementara perak terus memimpin reli logam mulia di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan rilis data ekonomi AS yang jadi fokus pasar.

Emas stabil dekat level tertinggi, perak cetak rekor didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan data ADP yang melemah.

Ilustrasi: Logam mulia milik PT Aneka Tambang Tbk. Foto: Dok Antam.
Ilustrasi: Logam mulia milik PT Aneka Tambang Tbk. Foto: Dok Antam.

Daftar Isi

  1. 01 Laporan ADP Turun, Emas Terdongkrak
  2. 02 Perak Diprediksi Sentuh USD60 per Ons

KABARBURSA.COM – Harga logam mulia pada perdagangan Kamis pagi WIB, 4 Desember 2025, bergerak seragam. Harga perak sempat mencapai rekor baru USD58,98 per ons di awal sesi. Kenaikan harga logam mulia ini didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada pekan depan. Bagaimana dengan harga emas?

Menurut laporan Reuters di Bengaluru, Rabu waktu setempat, 3 Desember 2025, emas sport bertahan di sekitar USD4.202,06 per ons setelah sempat menyentuh level tertingginya di USD4.241,29. Sementara, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari, ditutup naik 0,3 persen menjadi USD4.232,50.

Selain ekspektasi penurunan suku bunga, Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn mengatakan, data ADP yang meleset dari ekspektasi turut mengangkat sentimen terhadap emas. Menurut dia, emas saat ini bergerak mengikuti pergerakan perak.

Laporan ADP Turun, Emas Terdongkrak

Berbicara tentang laporan ketenagakerjaan ADP, payroll sektor swasta Amerika pada November turun 32.000. Hal ini bertentangan dengan proyeksi ekonom yang justru memperkirakan akan naik 10.000.

Laporan inilah yang kemudian dilihat pasar memperkuat keyakinan bahwa the Fed akan semakin dekat memangkas suku bunga. FedWatch Tool CME Group sebagai alat ukur akhirnya mencatat bahwa peluang tersebut naik sebesar 89 persen. Hal ini sejalan pula dengan proyeksi sejumlah broker kakap menjelang pertemuan 9-10 Desember mendatang.

Saat ini, pasar juga menanti rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) September yang sempat tertunda dan rencananya akan diterbitkan pada Jumat besok. Data ini menjadi indicator inflasi favorit the Fed, karena dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter selanjutnya.

Perak Diprediksi Sentuh USD60 per Ons

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa suku bunga yang lebih rendah akan menguntungkan aset tanpa imbah hasil seperti logam kuning. Begitu pula dengan perak yang Berjaya dengan mencatat kenaikan 102 persen sepanjang tahun ini.

Melesatnya harga perak didorong oleh banyak faktor. Beberapa di antaranya adalah kekhawatiran terkait likuiditas pasar akibat arus keluar ke saham Amerika. Lalu, masuknya perak ke daftar mineral kritis AS, serta deficit pasokan structural.

“Lonjakan harga perak terutama ditopang oleh kekurangan pasokan di tingkat bursa. Perak bisa segera menyentuh level USD60 per ons,” kata Haberkorn.

Pada perdagangan hari ini, tidak hanya emas dan perak yang berjaya. Platinum naik 0,9 persen ke level USD1.652,03 per ons. Begitu pula dengan Paladium yang menguat 0,4 persen menuju level USD1.466,98 per ons.

Sedangkan tembaga, mengekor perak, mencetak rekor. Melesatnya harga tembaga kali ini terdorong oleh pelemahan dolar, kekhawatiran akan pasokan, dan semakin ketatnya ketersediaan logam di gudang-gudang London Metal Exchange.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait