Makro 22 Oct 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Harga Minyak Dunia Naik, Dipicu Ekspetasi Investor Terhadap Pasokan

Harga minyak mentah Brent naik 31 sen atau 0,5 persen ke harga USD61,32 per barel.

Harga minyak mentah Brent naik 31 sen atau 0,5 persen ke harga USD61,32 per barel.

Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: AI untuk KabarBursa)
Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Harga minyak mentah mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa, 21 Oktober 2025. Penguatan harga ini tidak lepas dari ekspetasi para investor mengenai kelebihan pasokan dan sengketa perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 31 sen atau 0,5 persen ke harga USD61,32 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk pengiriman November, juga ditutup naik 30 sen atau 0,5 persStruktur kurva berjangka WTI dan Brent telah mulai bergeser ke arah contango , di mana harga untuk pasokan langsung lebih rendah daripada untuk pengiriman selanjutnya. Hal ini biasanya menunjukkan bahwa pasokan jangka pendek melimpah dan permintaan menurun.en ke level USD57,82.

Diketahui, kedua kontrak tersebut mencapai titik terendah sejak awal Mei pada Senin, karena rekor produksi minyak AS dan keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang berencana meningkatkan pasokan sehingga menyebabkan pasar waswas.

Namun, kepala analis komoditas di SEB, Bjarne Schieldrop mengatakan persediaan minyak mentah dan bahan bakar sulingan AS yang relatif rendah membantu mengatasi sebagian tekanan pada patokan minyak.

Sengketa perdagangan AS-China  juga telah meningkatkan ekspektasi bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan menekan permintaan minyak. Namun, kedua belah pihak telah berupaya untuk meredam perselisihan tersebut.

Presiden AS Donald Trump, yang dijadwalkan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping pada pekan depan,  berharap dirinya dapat mencapai kesepakatan perdagangan yang adil dengan mitranya.
 

Sementara itu Reuters mencatat, struktur kurva berjangka WTI dan Brent telah mulai bergeser ke arah contango, karena harga untuk pasokan langsung lebih rendah daripada untuk pengiriman selanjutnya. Hal ini biasanya menunjukkan bahwa pasokan jangka pendek melimpah dan permintaan menurun.

Analis UBS, Giovanni Staunovo menuturkan Badan Energi Internasional awal bulan ini memperkirakan bahwa surplus tahun depan akan menyebabkan kurva berjangka  miring ke atas, yang disebut super contango. Namun, hal itu belum terjadi sejauh ini.

"Meskipun kekhawatiran pasokan kembali meningkat dalam beberapa minggu terakhir, kami yakin pasar minyak mengalami kelebihan pasokan, tetapi tidak dalam kondisi kelebihan pasokan," ungkap dia. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait