Makro 24 Dec 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Harga Minyak Masih Stabil di Tengah Ketegangan AS-Venezuela

Harga minyak mentah Brent berjangka turun 8 sen menjadi USD61,99 per barel

Harga minyak dunia sedikit turun karena potensi penjualan minyak mentah Venezuela yang disita oleh Amerika Serikat AS

Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: AI untuk KabarBursa)
Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Harga minyak dunia sedikit menurun pada perdagangan Selasa, 23 Desember 2025 karena potensi penjualan minyak mentah Venezuela yang disita oleh Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun 8 sen menjadi USD61,99 per barel. Sedangkan, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga menyusut 2 sen menjadi USD57,99.

Diketahui, harga minyak telah meningkat lebih dari 2 persen pada hari Senin, dengan Brent mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam dua bulan dan WTI naik paling tinggi sejak 14 November.

"Pasar sedang mencoba memutuskan apakah kita harus lebih antusias terhadap permintaan yang berasal dari pertumbuhan yang kuat atau khawatir bahwa The Fed harus mengerem pertumbuhan tersebut untuk mengendalikan inflasi," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Para investor saat ini dinilai juga tengah menyoroti risiko gangguan pasokan minyak dari Venezuela. Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa AS berpotensi menyimpan atau menjual minyak yang telah disita di lepas pantai Venezuela dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari langkah-langkah  mencakup "blokade" kapal tanker minyak yang dikenai sanksi.

Diketahui, aktivitas pemuatan kapal tanker di Venezuela menurun pada hari Senin. Mayoritas kapal hanya mengangkut kargo minyak antar pelabuhan domestik menyusul tindakan AS terhadap banyak kapal.

"Pasar tampaknya bergulat antara faktor-faktor bearish berupa kelebihan pasokan dan kekhawatiran pasokan terbaru dari blokade AS yang mengurangi pemuatan dan ekspor Venezuela, serta serangan timbal balik antara Rusia dan Ukraina terhadap kapal dan pelabuhan pada Senin malam," kata analis Rystad, Janiv Shah.

Barclays menyatakan dalam sebuah catatan pekan ini bahwa pasar minyak diprediksi  akan tetap memiliki pasokan yang cukup pada paruh pertama tahun 2026.

Namun mereke membeberkan jika surplus minyak akan menyusut menjadi hanya 700.000 barel per hari pada kuartal IV 2026 dan bahwa gangguan yang berkepanjangan dapat memperketat pasar lebih lanjut. (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait