Makro 10 Dec 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Soroti Pendekatan Damai Rusia-Ukraina

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun 58 sen, atau 0,93 persen

Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Selasa, 9 Desember setelah jatuh 2 persen pada sesi sebelumnya.

Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: AI untuk KabarBursa)
Ilustrasi: Alat pengangkat minyak dari dalam tanah. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Selasa, 9 Desember. Hal ini terjadi karena investor tengah menyoroti beberapa hal seperti pembicaraan damai Rusia-Ukraina, kekhawatiran pasokan yang melimpah, dan keputusan yang akan datang mengenai suku bunga Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun 58 sen, atau 0,93 persen menjadi USD61,91 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS juga turun 67 sen, atau 1,14 persen menjadi USD58,21 per barel.

Kedua kontrak turun lebih dari USD1 per barel pada hari Senin kemarin, setelah Irak memulihkan produksi di ladang minyak West Qurna 2 milik Lukoil, salah satu yang terbesar di dunia.

Diketahui, Ukraina akan berbagi rencana perdamaian setelah pembicaraan di London antara Presiden Volodymyr Zelenskiy dan para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris.

Perdamaian antara Ukraina dan Rusia dapat mengarah pada pencabutan sanksi internasional terhadap perusahaan-perusahaan Rusia dan membebaskan pasokan minyak dibatasi.

"Banyak pelaku pasar merasa bahwa Rusia tidak serius dengan perjanjian perdamaian dan mereka hanya sekadar mengulur waktu," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.

Pada hari Selasa, listrik padam di separuh ibu kota Ukraina, Kyiv, setelah serangan terbaru Rusia terhadap sistem energi negara itu.

Kepala analis komoditas SEB Bjarne Schieldrop mengatakan, kargo minyak di laut, yang telah meningkat sebesar 2,5 juta barel setiap hari sejak pertengahan Agustus, terus memberikan tekanan pada harga minyak.

"Satu-satunya alasan mengapa harga minyak mentah Brent tidak turun lebih cepat dan lebih dalam adalah karena sanksi AS terkait Rosneft dan Lukoil," katanya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait