Makro 18 Nov 2024 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Tim Editorial

Harta Kekayaan Benny Mamoto, Eks Kompolnas yang Jadi Calon Dewas KPK

Harta Kekayaan Benny Mamoto, Eks Kompolnas yang Jadi Calon Dewas KPK
Harta Kekayaan Benny Mamoto, Eks Kompolnas yang Jadi Calon Dewas KPK

Daftar Isi

  1. 01 Harta Kekayaan Benny Mamoto

KABARBURSA.COM - Benny Jozua Mamoto hadir di DPR sebagai salah satu calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK dalam rangkaian uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi III DPR RI. Mantan Sekretaris Kompolnas ini dijadwalkan mengikuti sesi uji pada Rabu, 20 November, dengan nomor urut 4.

Dalam persiapannya, Benny menegaskan pentingnya dukungan semua pihak terhadap pemberantasan korupsi. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk beradaptasi dengan jadwal fleksibel yang diterapkan oleh Komisi III DPR.

Dilahirkan di Manado, Sulawesi Utara, pada 7 Juni 1955, Benny memiliki perjalanan karier dan pendidikan yang panjang. Mengawali pendidikannya di AKABRI Kepolisian pada tahun 1977, ia melanjutkan studi hukum di Universitas Krisnadwipayana dan meraih gelar sarjana pada tahun 1992. Pendidikan lanjutannya di Universitas Indonesia menghasilkan gelar magister pada tahun 2002 dan doktor pada tahun 2008 dalam bidang Kajian Ilmu Kepolisian.

Karier Benny di Kepolisian Republik Indonesia meliputi berbagai peran penting, termasuk sebagai Penyidik Densus 88 Antiteror Polri, Kepala Unit I Keamanan Negara Separatis, dan Wakil Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri. Puncak kariernya adalah menjabat Deputi Pemberantasan Narkotika BNN dari 2012 hingga 2013. Sebelumnya, ia juga menjadi Direktur Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2009 hingga 2012.

Setelah pensiun dari Kepolisian dengan pangkat Inspektur Jenderal, Benny bergabung ke dunia politik melalui Partai Golkar. Di partai berlambang pohon beringin ini, Benny menjabat sebagai Ketua Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah sejak 2017.

Berbagai penghargaan telah ia terima sepanjang kariernya, termasuk Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun, 16 tahun, dan 24 tahun, serta Bintang Bhayangkara Nararya. Dedikasi Benny di bidang pemberantasan narkotika, keamanan, dan korupsi mencerminkan pengalaman mendalam yang ia bawa dalam uji kelayakan sebagai calon Dewas KPK.

Pendidikan

  • Pendidikan AKABRI Kepolisian (1977)
  • S1 Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana (1992)
  • S2 Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (2002)
  • S3 Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (2008)

Karier

  • Penyidik Densus 88 Antiteror Polri
  • Kepala Unit I/Keamanan Negara-Separatis, Dit I/Kamtranas Bareskrim Polri (2001)
  • Wakil Direktur II/Ekonomi & Khusus Bareskrim Polri (2006)
  • Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia (2007-2009)
  • Direktur Badan Narkotika Nasional – BNN (2009–2012)
  • Deputi Pemberantasan Narkotika BNN, Inspektur Jenderal (2012-2013)
  • Sekretaris Kompolnas (2020-2024)

Penghargaan

  • Satya Lencana Kesetiaan 8 tahun
  • Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun
  • Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun
  • Bintang Bhayangkara Nararya

Benny Mamoto kini membawa pengalaman tersebut ke dalam proses uji kelayakan Dewas KPK, dengan harapan dapat berkontribusi dalam memperkuat pengawasan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Harta Kekayaan Benny Mamoto

Harta kekayaan Benny Jozua Mamoto yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menunjukkan ragam aset dengan nilai total Rp6.710.422.500 setelah dikurangi utang sebesar Rp13.766.000.000. Ia mengumpulkan asetnya dari tanah, bangunan, alat transportasi, surat berharga, hingga kas.

Tanah dan bangunan menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp16.798.072.500. Sebagian besar aset ini diperoleh dari hasil sendiri, sementara sisanya merupakan warisan. Properti terbesar berupa tanah seluas 3890 meter persegi di Bogor dengan nilai Rp2.388.460.000, dan sebuah tanah seluas 1000 meter persegi dengan nilai Rp2.925.000.000 juga turut menonjol sebagai aset warisan.

Selain properti, Benny juga memiliki satu unit mobil Hyundai Stargazer keluaran 2023 senilai Rp209.000.000. Di kategori harta bergerak lainnya, nilainya mencapai Rp1.000.000.000. Surat berharga yang ia miliki bernilai Rp2.000.650.000. Untuk kas dan setara kas, jumlah yang dilaporkan mencapai Rp168.700.000. Terakhir, terdapat harta lainnya senilai Rp300.000.000 yang turut menambah total kekayaannya.

Secara rinci, berikut adalah daftar harta Benny Jozua Mamoto:

1. Tanah dan Bangunan: Rp16.798.072.500

- Tanah dan bangunan 523 m²/35 m²: Rp1.547.450.000 (warisan)

  • Tanah 33 m²: Rp96.525.000 (hasil sendiri)
  • Tanah 54 m²: Rp157.950.000 (hasil sendiri)
  • Tanah 120 m²: Rp351.000.000 (hasil sendiri)
  • Tanah 51,5 m²: Rp150.637.500 (hasil sendiri)
  • Tanah 306 m²: Rp895.050.000 (hasil sendiri)
  • Tanah 900 m²: Rp2.632.500.000 (warisan)
  • Tanah 1000 m²: Rp2.925.000.000 (warisan)
  • Tanah 325 m²: Rp950.625.000 (hasil sendiri)
  • Tanah 200 m²: Rp585.000.000 (hasil sendiri)
  • Tanah 245 m²: Rp716.625.000 (hasil sendiri)
  • Tanah 500 m²: Rp1.462.500.000 (hasil sendiri)
  • Tanah dan bangunan 800 m²/600 m² di Minahasa Selatan: Rp1.500.000.000 (warisan)
  • Tanah 3890 m² di Bogor: Rp2.388.460.000 (warisan)
  • Tanah 150 m² di Bogor: Rp438.750.000 (hasil sendiri)

2. Alat Transportasi dan Mesin: Rp209.000.000

- Mobil Hyundai Stargazer 2023: Rp209.000.000 (hasil sendiri)

3. Harta Bergerak Lainnya: Rp1.000.000.000

4. Surat Berharga: Rp2.000.650.000

5. Kas dan Setara Kas: Rp168.700.000

6. Harta Lainnya: Rp300.000.000

Jumlah total harta ini menyisakan nilai bersih Rp6.710.422.500 setelah memperhitungkan utang sebesar Rp13.766.000.000.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait