Makro 22 Aug 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Pramirvan Datu

HUMI Garap Dua Unit Kapal untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis

HUMI bangun dua kapal SPHB untuk perkuat armada dan efisiensi operasional, sekaligus tambah lini usaha pengelolaan kapal demi dongkrak kinerja 2025.

HUMI bangun kapal SPHB dan tambah lini usaha pengelolaan kapal, targetkan efisiensi operasional dan peningkatan pendapatan di 2025.

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) (Foto: Dok. Humpuss Maritim)
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) (Foto: Dok. Humpuss Maritim)

Daftar Isi

  1. 01 Dongkrak Kinerja 2025, HUMI Tambah Kegiatan Usaha

KABARBURSA.COM - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) melalui anak usahanya, PT Humpuss Transportasi Curah (HTC), membangun dua unit kapal Self Propelled Hopper Barge (SPHB). 

Langkah ini merupakan strategi perusahaan dalam memperkuat kinerja operasional sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis di sektor jasa transportasi laut nasional.

Direktur Utama HUMI Tirta Hidayat, menyampaikan bahwa pembangunan dua kapal SPHB ini menjadi bukti nyata komitmen dalam memperluas kapasitas bisnis.

"Setiap rencana pengembangan usaha yang kami lakukan selalu berangkat dari visi jangka panjang," ujar dia dalam keterangannya, Jumat, 22 Agustus 2025.

Direktur HUMI Dedi Hudayana menyatakan, pembangunan kapal ini adalah salah satu upaya perusahaan untuk mengembangkan bisnis. 

"Dengan desain yang inovatif, kapal ini dirancang untuk mempercepat proses pekerjaan dan menghemat bahan bakar, menunjukkan komitmen kami terhadap efisiensi," ungkapnya. 

Proyek yang ditargetkan selesai dalam delapan bulan, memiliki spesifikasi unggul sebagai berikut:

  • Draft dangkal 2.3 m yang memungkinkannya mengangkut hingga 700 m³ muatan.
  • Dilengkapi dengan mesin 2x450 HP yang efisien.
  • Dilengkapi sistem pendorong mandiri (self propeller) yang memungkinkan kecepatan hingga 5-6 knot saat muatan penuh, jauh lebih cepat dibandingkan kapal hopper barge yang ditarik. Kapal SPHB merupakan jenis armada dengan kemampuan mengangkut material dalam jumlah besar, yang akan memberikan nilai tambah bagi mitra bisnis.

Lebih lanjut, Dedi meyakini pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga kesiapan infrastruktur. 

"Armada yang kuat, modern, dan sesuai kebutuhan pasar akan memperkuat daya saing HUMI di tengah dinamika industri pelayaran," ungkapnya. 

Pembangunan dua unit kapal SPHB ini juga sejalan dengan komitmen HUMI untuk terus berkontribusi pada kemajuan industri maritim nasional. Dengan langkah ini, perusahaan berharap dapat mendukung agenda Pemerintah dalam memperkuat infrastruktur untuk konektivitas di sektor pelayaran domestik. 

Dongkrak Kinerja 2025, HUMI Tambah Kegiatan Usaha

Sebelumnya diberitakan, HUMI telah menambah strategi baru guna meningkatkan kinerja perusahaan di tahun 2025.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) HUMI yang diselenggarakan pada Selasa, 20 Mei 2025, disetujui untuk perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan berupa penambahan kegiatan usaha baru sesuai KBLI 52225, yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal. 

Dengan ini, HUMI akan menjalankan lini usaha aktivitas pengelolaan kapal dengan standar pemeliharaan internasional melalui PT Energi Maritim Internasional (EMI).

"Dengan penambahan bidang usaha KBLI 52225 tersebut, HUMI akan memperkuat kegiatan usaha dalam mengelola kapal milik grup Perseroan dan kapal milik perusahaan lainnya," ujar Direktur Utama HUMI Tirta Hidayat, dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Rabu, 21 Mei 2025.

Penambahan kegiatan usaha baru itu berpotensi meningkatkan pendapatan yang diperoleh dari kegiatan usaha pengelolaan kapal yaitu sebesar Rp5,33 miliar untuk perolehan pada semester 2025. Sementara pada 2026 - 2029, tambahan pendapatan diperkirakan mencapai Rp10,67 miliar setiap tahunnya.

Tirta melihat bisnis distribusi dan infrastruktur energi masih memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang sejalan dengan tuntutan global menuju net zero emission. 

Lebih lanjut, HUMI memiliki prospek bisnis positif karena terdapat sejumlah peluang yang dapat dioptimalkan seiring dengan target pemerintah untuk meningkatkan produksi LNG hingga dua kali lipat pada 2030.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait