Makro 13 Sep 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

IHSG Rebound, Analis Sarankan Beli Saham ini

IHSG Rebound, Analis Sarankan Beli Saham ini
IHSG Rebound, Analis Sarankan Beli Saham ini

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini berada di level 7.798, dengan kisaran pergerakan antara 7.700 - 7.900. Setelah mengalami koreksi, IHSG menunjukkan tanda-tanda rebound dengan pembentukan level Higher High (HH) yang didukung oleh volume perdagangan yang signifikan.

Meskipun ada potensi untuk koreksi teknikal kembali, selama IHSG bertahan di atas support garis MA5, peluang untuk melanjutkan rebound dan menciptakan level HH berikutnya masih terbuka. Namun, jika IHSG mengalami breakdown di bawah support MA5, koreksi lebih lanjut mungkin akan terjadi, dengan target menguji support garis MA20.

Berikut rekomendasi saham hari ini yang diberikan oleh Muhammad Wafi dari RHB Sekuritas Indonesia

  1. TLKM (3050)Shariah-Compliant

    • Call: BUY
    • Outlook: TLKM berhasil breakout dari level 3030, menandakan adanya potensi kenaikan lebih lanjut.
    • Target Levels:

      • Target pertama: 3150
      • Target kedua: 3290

    • Exit: Jika harga turun di bawah 2980, disarankan untuk keluar dari posisi.

    Saham TLKM menunjukkan pergerakan yang kuat setelah breakout dari resistensi penting di level 3030. Volume perdagangan yang signifikan mengindikasikan bahwa minat beli meningkat, sehingga potensi kenaikan menuju level 3150 dan 3290 menjadi semakin mungkin.

  2. MDKA (2300)Shariah-Compliant

    MDKA saat ini bergerak di zona breakout, menawarkan potensi kenaikan menuju 2360 hingga 2480. Dengan prospek pasar komoditas yang stabil, saham ini menarik bagi investor yang mengincar peluang jangka pendek maupun menengah.

  3. ANTM (1345)Shariah-Compliant

    • Call: BUY
    • Outlook: Breakout di level 1340 membuka peluang bagi ANTM untuk naik lebih tinggi.
    • Target Levels:

      • Target pertama: 1430
      • Target kedua: 1525

    • Exit: Jika harga turun di bawah 1300, disarankan untuk menjual.

    ANTM menunjukkan kekuatan setelah berhasil menembus level resistensi penting. Dengan momentum positif yang kuat, saham ini berpotensi menuju target pertama di 1430, bahkan hingga 1525, jika kondisi pasar mendukung.

  4. ITMG (26.375)Shariah-Compliant

    Dengan breakout yang jelas di level 26.225, ITMG memiliki prospek kenaikan signifikan menuju 27.100 dan 28.175. Momentum harga komoditas batubara yang kuat mendukung tren bullish ini.

IHSG hari ini menunjukkan pergerakan yang positif dengan potensi rebound yang terus berlanjut selama bertahan di atas support MA5. Koreksi teknikal mungkin akan terjadi, namun prospek pasar secara keseluruhan masih optimis. Rekomendasi saham seperti TLKM, MDKA, ANTM, dan ITMG menawarkan peluang investasi menarik dengan potensi upside yang signifikan, terutama bagi investor yang mengincar saham-saham syariah. Namun, investor tetap perlu memperhatikan level exit untuk memitigasi risiko koreksi lebih lanjut.

Sementara itu, IHSG kemarin, 12 September 2024 ditutup naik 0,48 persen ke level 7.798,15. Kenaikan serupa terlihat di bursa Amerika Serikat, di mana beberapa indikator seperti Dow Jones Industrial Average terkerek 0,58 persen menjadi 41.096,77, S&P 500 naik sebesar 0,75 persen menjadi 5.595,76.

Begitu pula dengan Nasdaq Composite yang melonjak sebesar 1 persen 17.569,68, Indeks Russell 2000 yang melompat 1,22 persen menjadi 2.129,43, dan NYSE Composite yang terdongkrak hingga 0,64 persen menjad 18.987,90.

Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, secara keseluruhan mencatat kenaikan didorong oleh kenaikan saham-saham raksasa teknologi seperti Nvidia, Google, dan Facebook. Saham Nvidia, perusahaan pembuat chip untuk kecerdasan buatan (AI), mengalami lonjakan sebesar 1,9 persen, sementara saham induk Google, Alphabet, dan induk Facebook, Meta Platforms, masing-masing naik lebih dari 2 persen.

Sentimen positif ini didukung oleh rilis data inflasi yang menjadi fokus utama para investor jelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), pada 17-18 September mendatang. Para gubernur bank sentral diprediksi akan mengumumkan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen.

Data inflasi produsen Amerika yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan kenaikan 0,2 persen, sesuai dengan ekspektasi. Selain itu, inflasi inti dari sisi konsumen juga mengalami kenaikan, meskipun inflasi secara keseluruhan turun ke level terendah sejak Februari 2021. Data klaim pengangguran mingguan juga menunjukkan kenaikan tipis dengan jumlah 230 ribu individu yang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 7 September.

Awalnya, perdagangan sempat terbebani oleh laporan indeks harga konsumen, namun saham teknologi berhasil mendongkrak bursa hingga ditutup di zona hijau. Ahli strategi investasi senior dari Edward Jones Mona Mahajan, menyatakan bahwa investor cenderung berhati-hati dan dalam mode "wait and see" menjelang pertemuan The Fed. Menurutnya, pergerakan saham pada bulan September cenderung lebih lemah dibanding bulan-bulan lainnya, dan volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi, terutama dengan adanya prediksi perlambatan ekonomi.

Namun, Mahajan menambahkan bahwa jika The Fed menurunkan suku bunga dan inflasi bergerak turun secara bertahap di tengah perlambatan ekonomi, pasar saham berpotensi berkinerja baik secara historis.

"Bagi kami, hal itu tetap menjadi dasar utama pemikiran," ujar Mahajan, seperti dikutip dari CNBCInternasional.(*)

 

 

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kabarbursa.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait