Makro 08 Dec 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

Impor Batu Bara China Menurun: ini Faktor Penyebabnya!

Pada November, volume impor mencapai 44,05 juta ton, meningkat 6 persen dari Oktober yang tercatat sebesar 41,74 juta ton

Impor batu bara China, pembeli terbesar di dunia, tercatat menurun 20 persen pada November dibandingkan rekor tinggi di periode yang sama tahun lalu

Ilustrasi Batu Bar. Foto: Dok KabarBursa.com
Ilustrasi Batu Bar. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Impor batu bara China, pembeli terbesar di dunia, tercatat menurun 20 persen pada November dibandingkan rekor tinggi di periode yang sama tahun lalu. Data ini diungkapkan Administrasi Umum Kepabeanan pada Senin, 8 Desember 2025.

Pada November, volume impor mencapai 44,05 juta ton, meningkat 6 persen dari Oktober yang tercatat sebesar 41,74 juta ton. Namun, angka ini masih jauh di bawah rekor bulanan November tahun lalu yang mencapai 54,98 juta ton. Seperti dilansir reuters di Jakarta, Senin 8 Desember 2025.

China Coal Transportation and Distribution Association (CCTD) menyebutkan bahwa batu bara impor masih lebih kompetitif dibandingkan batu bara domestik, meski selisih harga terus menyempit akibat pelemahan harga di dalam negeri.

CCTD memprediksi hambatan pasokan akan membuat impor di dua bulan terakhir tahun ini tetap berada di bawah level tahun sebelumnya. Curah hujan tinggi di Indonesia, pemasok utama China, menunda ekspor, sementara beberapa tambang menghentikan produksi setelah kuota tahunan terpenuhi. Pasokan dari Australia juga terbatas, sedangkan ekspor dari Rusia terhambat cuaca dingin.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga November 2025, impor batu bara China turun 12 persen secara tahunan, mencapai 432 juta ton. Kondisi ini menunjukkan tekanan pasokan global dan dinamika harga domestik yang semakin memengaruhi pasar batu bara terbesar di dunia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait