PREMIUM Makro 17 Mar 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Indonesia dan ASEAN di Hadapankan Perang Tarif Donald Trump

Kebijakan ini dimulai pada 1 Februari 2025, saat Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif 25 persen untuk barang impor dari Kanada dan Meksiko

Kebijakan tarif yang diterapkan oleh pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump pada awal 2025, telah memicu ketegangan perdagangan global.

Topeng berwajah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dipakai oleh seseorang di depan Gedung Putih. (Foto: Unsplash/Darren Halstead)
Topeng berwajah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dipakai oleh seseorang di depan Gedung Putih. (Foto: Unsplash/Darren Halstead)

KABARBURSA.COM – Pemerintahan Presiden Donald Trump mulai melakukan kebijakan yang memicu perang dagang besar dengan banyak negara. Tidak hanya dengan China, tetapi juga dengan negara-negara di Amerika Utara, Uni Eropa, dan bahkan ASEAN. Kebijakan ini dimulai pada 1 Februari 2025, saat Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif 25 persen untuk barang impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10 persen untuk produk asal China. Kebijakan tarif ini menunjukkan pendekatan agresif Trump dalam melindungi industri dalam negeri AS. Namun, langkah ini juga berpotensi memicu pembalasan dari negara lain, yang dapat memperburuk hubungan dagang internasional.

Pada 12 Maret 2025, AS resmi memberlakukan tarif 25 persen pada impor baja dan aluminium. Kebijakan ini memancing reaksi keras dari Uni Eropa dan Kanada. Uni Eropa merespons dengan menaikkan tarif 50 persen terhadap produk-produk khas Amerika, seperti wiski, sepeda motor, dan kapal motor mulai 1 April 2025. Kanada juga membalas dengan mengenakan tarif senilai USD20,6 miliar terhadap berbagai barang impor dari AS.

Ketegangan antara AS dan China semakin meningkat. Pada 3 Februari 2025, Trump menaikkan tarif barang China sebesar 10 persen. China langsung membalas dengan tarif 15 persen untuk batu bara dan gas alam cair dari AS, serta 10 persen untuk minyak mentah dan mesin pertanian. Pada 3 Maret 2025, Trump kembali menaikkan tarif barang China sebesar 10 persen lagi. Sebagai balasan, China mengenakan tarif tambahan pada berbagai produk pertanian dan industri asal AS.

PREMIUM Premium Content

Artikel premium ini hanya tersedia untuk Member

Anda dapat membuka artikel ini secara individual dengan harga Rp35.000. Jika sudah berlangganan, silakan login untuk melanjutkan membaca melalui dashboard premium Anda.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait