Makro 15 Mar 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Indonesia dan Malaysia Makin Erat, Kedua Negara Tingkatkan Hubungan Dagang

Hubungan perdagangan Indonesia dan Malaysia terus menunjukkan momentum positif.

Indonesia dan Malaysia terus mempererat hubungan setelah kedua negara membahas peningkatan hubungan perdagangan.

Sejumlah peti kemas tersusun di salah satu sudut pelabuhan. Foto: Dok Kemendag.
Sejumlah peti kemas tersusun di salah satu sudut pelabuhan. Foto: Dok Kemendag.

KABARBURSA.COM – Indonesia dan Malaysia terus mempererat hubungan setelah kedua negara membahas peningkatan  perdagangan.

Hal itu bermula dari pertemuan Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti  dengan Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin di Taguig  pada Jumat, 13 Maret 2026.

Pertemuan tersebut membahas peningkatan hubungan perdagangan kedua negara dan dukungan Malaysia terhadap proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

“Indonesia menyambut baik momentum positif hubungan perdagangan bilateral dengan Malaysia yang mencerminkan kuatnya keterlibatan ekonomi kedua negara," ujar Roro dalam keterangannya.

"Ke depan, Indonesia melihat peluang untuk makin memperkuat dan mendiversifikasi perdagangan, termasuk dengan memperluas akses pasar bagi produk bernilai tambah,” tambah dia.

Roro menyampaikan bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan Malaysia terus menunjukkan momentum positif. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan kedua negara mencapai USD24,22 miliar pada 2025.

Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia tercatat mencapai USD13,09 miliar, sedangkan impor dari Malaysia sebesar USD11,12 miliar. Roro menambahkan, Malaysia merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia.

Pada 2025,  Malaysia tercatat sebagai tujuan ekspor terbesar keenam Indonesia dan sumber impor terbesar kelima bagi Indonesia.

Selain membahas peningkatan perdagangan bilateral, Indonesia juga menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan proses aksesi ke CPTPP sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional.

Indonesia memandang CPTPP sebagai kerangka kerja perdagangan yang berstandar tinggi dan berorientasi ke masa depan yang dapat memperkuat perdagangan berbasis aturan serta integrasi ekonomi kawasan.

Sejak menyampaikan permohonan aksesi pada September 2024 dan menyampaikan pengajuan kuesioner untuk negara calon anggota pada Mei 2025, Indonesia telah dinilai selaras dengan Auckland Principles dalam Pertemuan Komisi CPTPP ke-9.

Saat ini, Indonesia menantikan Pertemuan Menteri CPTPP berikutnya sebagai titik penting prosedural untuk kemungkinan pembentukan Kelompok Kerja Aksesi (Accession Working Group/AWG).

Lebih lanjut, kedua pihak juga membahas berbagai mekanisme kerja sama ekonomi bilateral, termasuk melalui Komite Gabungan Bidang Perdagangan dan Investasi (Joint Trade and Investment Committee/JTIC) Indonesia-Malaysia sebagai forum penting untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi antara kedua negara. (*) 


 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait