Makro 03 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Indonesia Serukan ASEAN Perkuat Ketahanan Kawasan di Tengah Gejolak Timteng

Nantinya, kerja sama tersebut akan difokuskan pada sektor energi, pangan, dan rantai pasok untuk menjaga stabilitas ekonomi di kawasan

Indonesia mendorong penguatan kerja sama ASEAN di sektor energi, pangan, dan rantai pasok guna menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah konflik Timur Tengah

Indonesia menghadiri acara Special AEC Council Meeting on the Middle East Crisis. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Indonesia menghadiri acara Special AEC Council Meeting on the Middle East Crisis. (Foto: Kemenko Perekonomian)

KABARBURSA.COM - Indonesia menegaskan pentingnya penguatan kerja sama regional di tengah konflik Timur Tengah (Timteng). Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,  Airlangga Hartarto dalam acara Special AEC Council Meeting on the Middle East Crisis.

Nantinya, kerja sama tersebut akan difokuskan pada sektor energi, pangan, dan rantai pasok untuk menjaga stabilitas ekonomi di kawasan.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi negara-negara ASEAN untuk merespons tekanan global yang kian meningkat, mulai dari lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok, hingga risiko terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Sabtu, 2 Mei 2026.

Dalam forum tersebut, Indonesia mendorong langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi kawasan, antara lain melalui diversifikasi sumber dan jalur pasokan, dan penguatan mekanisme cadangan energi.

Selain itu, juga akan dilakukan percepatan implementasi kerja sama regional seperti ASEAN Power Grid (APG), ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA), dan Trans-ASEAN Gas Pipeline (TAGP). Langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi kerentanan ASEAN terhadap guncangan eksternal.

Indonesia pun menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan kawasan di tengah meningkatnya biaya logistik dan volatilitas harga pupuk. Optimalisasi ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR), disertai penguatan koordinasi dan sistem respons kawasan, menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya bagi kelompok rentan.

Lebih lanjut, Indonesia menyoroti pentingnya penguatan ketahanan rantai pasok kawasan melalui peningkatan konektivitas, efisiensi logistik, dan diversifikasi sumber pasokan energi, antara lain melalui pengembangan alternatif bahan bakar, dengan memaksimalkan sumber daya masing-masing negara.

“Upaya-upaya ini perlu didukung dengan penguatan fasilitasi perdagangan, termasuk optimalisasi ASEAN Single Window, guna memastikan kelancaran arus barang dan menjaga daya saing kawasan,” jelas Airlangga.

Sejalan dengan pandangan tersebut, para Menteri ASEAN dalam Joint Statement menegaskan komitmen untuk memperkuat ketahanan kawasan melalui kerja sama yang lebih erat, menjaga keterbukaan dan kelancaran perdagangan, serta memastikan respons kebijakan yang terkoordinasi, terukur, dan berbasis aturan guna menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait