Makro 21 Oct 2025 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Industri Manufaktur 2025 Tumbuh, tapi Masih Bergantung Insentif

Pertumbuhan industri manufaktur di 2025 masih bertumpu pada kebijakan gas murah (HGBT) dan insentif fiskal, meski kinerja sektor ini terus membaik.

Kinerja manufaktur Indonesia 2025 tumbuh positif, tapi masih bergantung pada subsidi energi dan insentif fiskal untuk menjaga daya saing industri.

Ilustrasi industri manufaktur. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi industri manufaktur. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Sektor industri manufaktur Indonesia mencatat kinerja positif di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, masih terlihat ketergantungan kuat terhadap berbagai insentif dan kebijakan energi bersubsidi. 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan, salah satu instrumen utama penopang daya saing industri nasional saat ini adalah kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). 

Sepanjang 2025, sektor industri menjadi pengguna gas bumi terbesar dengan porsi 25,91 persen dari total konsumsi nasional. Pemerintah memastikan kebijakan ini tetap dijalankan secara sektoral agar subsidi energi tepat sasaran dan bisa mendorong produktivitas industri. 

Kemenperin menegaskan bahwa HGBT berperan penting dalam menjaga keberlanjutan operasi industri. Dengan harga gas yang lebih rendah dari harga pasar, pelaku industri dinilai dapat menekan biaya produksi dan mempertahankan kapasitas produksi di tengah tekanan global. 

Selain HGBT, ketahanan industri manufaktur juga ditopang oleh berbagai program insentif fiskal dan bantuan restrukturisasi mesin produksi. Sepanjang 2024, Kemenperin menyalurkan program penggantian mesin dan peralatan industri senilai Rp65,1 miliar. 

Bantuan tersebut menjangkau 34 perusahaan industri agro, 49 perusahaan tekstil dan produk tekstil, serta 90 industri kecil dan menengah (IKM). Dari program ini, pemerintah mencatat adanya peningkatan investasi baru lebih dari Rp700 miliar. 

“Mesin yang lebih efisien dan modern berarti biaya produksi lebih rendah, kualitas produk lebih tinggi, peningkatan skill pekerja dan daya saing industri semakin kuat,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Selasa, 21 Oktober 2025. 

Pemerintah juga mempertahankan berbagai kebijakan pendukung lain, seperti reformasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penyederhanaan sertifikasi, dan insentif bagi industri yang berinvestasi di dalam negeri. 

Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menjaga agar sektor industri tetap ekspansif di tengah gejolak global, termasuk perang dagang dan lonjakan harga energi. 

Meski demikian, laju pertumbuhan manufaktur yang banyak bergantung pada dukungan kebijakan dan insentif fiskal menunjukkan bahwa daya saing industri nasional belum sepenuhnya bertumpu pada efisiensi dan inovasi teknologi. 

Pemerintah mengakui, kebijakan energi bersubsidi seperti HGBT masih menjadi penopang utama bagi sektor manufaktur untuk menjaga produktivitas dan menahan kenaikan biaya produksi. 

Kemenperin memastikan akan terus memperkuat strategi industrialisasi berbasis nilai tambah di dalam negeri, memperluas implementasi teknologi industri 4.0, serta memperkuat sinergi lintas sektor agar industri nasional dapat lebih mandiri dan berdaya saing global di masa mendatang.(*) 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait