Makro 09 Apr 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Hutama Prayoga

Infrastruktur Digenjot, Penyaluran Kredit Bank Mandiri Tembus Rp491 Triliun

Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit infrastruktur 30,8 persen yoy menjadi Rp491,63 triliun hingga Februari 2026, didorong proyek strategis nasional.

Bank Mandiri catat kredit infrastruktur Rp491,63 triliun per Februari 2026, tumbuh 30,8 persen yoy, dorong proyek strategis dan konektivitas nasional.

Bank Mandiri genjot kredit infrastruktur, penyaluran mencapai Rp491,63 Triliun per Februari 2026. Foto: dok. Bank Mandiri
Bank Mandiri genjot kredit infrastruktur, penyaluran mencapai Rp491,63 Triliun per Februari 2026. Foto: dok. Bank Mandiri

KABARBURSA.COM - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mengakselerasi pembangunan nasional lewat pertumbuhan penyaluran kredit infrastruktur.

Hingga Februari 2026, Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit infrastruktur mencapai Rp491,63 triliun, tumbuh 30,8 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan tersebut mencerminkan agresivitas Bank Mandiri dalam mendukung proyek strategis pemerintah, sekaligus menjaga momentum ekspansi di sektor riil yang menjadi tulang punggung ekonomi.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan menyatakan, pembiayaan infrastruktur menjadi bagian penting dari strategi perseroan dalam mendorong konektivitas dan pemerataan ekonomi.

“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan. Kami meyakini, pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat,” ujar Riduan lewat keterangan resmi, Kamis 9 April 2026.

Mengacu pada klasifikasi dalam Peraturan Presiden No. 38 Tahun 2015, pembiayaan tersebut tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari transportasi, energi, sampai perumahan dan telematika.

Secara rinci, sektor transportasi menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp118,03 triliun atau tumbuh 18,45 persen yoy.

Sementara itu, sektor konstruksi mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan 178,19 persen menjadi Rp85,84 triliun.

Di sisi lain, pembiayaan untuk pembangunan jalan mencapai Rp54,84 triliun atau naik 11,08 persen yoy. Sedangkan pada sektor telematika, dinyatakan tumbuh 12,61 persen menjadi Rp44,34 triliun.

Riduan menambahkan, pembiayaan tersebut telah mendukung berbagai proyek strategis seperti jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi nasional.

“Penyaluran pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional. Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah,” jelasnya.

Ke depan, Bank Mandiri memproyeksikan sektor infrastruktur tetap prospektif seiring berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN). Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk terus terlibat melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk sindikasi dan pembiayaan berkelanjutan.

“Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata. Dengan kekuatan jaringan, pengalaman, serta kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri siap menghadirkan solusi finansial yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional,” tutup Riduan. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait