Makro 12 Oct 2024 Penulis: Syahrianto Editor: Tim Editorial

Ini Langkah untuk Terus Genjot Ekspor Kopi RI

Ini Langkah untuk Terus Genjot Ekspor Kopi RI
Ini Langkah untuk Terus Genjot Ekspor Kopi RI

Daftar Isi

  1. 01 Kenaikan Harga Kopi

KABARBURSA.COM - Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para eksportir Indonesia, khususnya kopi, melalui berbagai program dan inisiatif. Salah satu inisiatifnya adalah mendukung peran aktif Indonesia dalam forum perdagangan internasional.

”Indonesia senantiasa berperan aktif di forum-forum perdagangan internasional, baik ke negara pasar tradisionalmaupun nontradisional. Berdasarkan data kementerian Perdagangan per September 2024, telah diselesaikan 38 perundingan dagang 17 perundingan masih berlangsung, dan 13 perundingan sedang dijajaki,” terang Wamendag.

Jerry menyebutkan negara tujuan ekspor tradisional misalnya Republik Rakyat China (RRC), Amerika Serikat, dan Jepang. Adapun negara tujuan ekspor nontradisional terletak di kawasan Asia Selatan dan Tengah, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Timur. Terkait ekspor, Jerry menekankan pentingnya eksportir memperhatikan 3K.

“Bagi eksportir, harap perhatin aspek 3K yang terdiri kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Pelajari regulasi negara tujuan ekspor untuk mendapatkan kualitas yang dibutuhkan dan perhatikan konsistensi. Jangan sampai terjadi ekspor bulan pertama kontainer penuh, ekspor bulan kedua separuh kontainer, dan ekspor lagi tiga bulan berikutnya,“ jelas Wamendag.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, tren pertumbuhan impor kopi dunia tumbuh 12 persen dalam lima tahun terakhir. Ini menunjukkan penikmat kopi global terus berkembang dengan permintaan yang tinggi untuk kopi berkualitas.

Selain tingginya permintaan, Wamendag Jerry menambahkan, diperlukan strategi yang tepat untuk menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan dimaksud sepertimemenuhi permintaan untuk kopi spesialti, premium, ramah lingkungan serta konsumen yang semakin kritis dengan asal usulkopi dan praktik berkelanjutan membutuhkan strategi yang tepat.

“Kementerian Perdagangan menggulirkan fasilitas pendampingan untuk para eksportir demi menunjang kelancaran ekspor, misalnya sertifikasi dan penyusunan rencana ekspor. Selain itu, pemerintah terus mendorong digitalisasi dalam proses perizinan ekspor agar lebih efisien, transparan, dan mudah diakses semua pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). Hal ini untuk menyederhanakan proses ekspor,“ ujar Jerry.

Progam lainnya yaitu peningkatan kapasitas pelaku usaha kopi. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan pelatihan dan program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha kopi, terutama dalam meningkatkan kualitas produk dan strategi pemasaran.

Berikutnya, penguatan penjenamaan kopi Indonesia. Bagi Wamendag Jerry, kopi Indonesia memiliki karakteristik yang unik dan berkualitas tinggi.

Dengan demikian, Kementerian Perdagangan berupaya untuk memperkuat jenama kopi Indonesia di pasar global melalui promosi yang lebih agresif di berbagai pameran internasional dan forum perdagangan.

Jerry juga mengajak seluruh peserta forum untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, berpartisipasi aktif dalam diskusi, dan membangun jejaring yang lebih kuat guna memperkuat ekspor kopi Indonesia. Forum bisnis tersebut adalah salah satu program unggulan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 yang digelar pada 9-12 Oktober 2024 di Indonesia Convention Exhibiton (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.

TEI ke-39 mengusung tema “BuildStrong Connection with the Best of Indonesia”.Wamendag juga menekankan,forum ini juga diharapkan dapat membuka diskusi yang lebih luas mengenai berbagai peluang dan tantangan yang dihadapi eksportir kopi Indonesia.

Kerja sama dengan para pemangku kepentingan diharapkan dapat merumuskan solusi inovatif untuk mengatasi berbagai kendala yang selama ini menghambat ekspor kopi Indonesia. Forum bisnis tersebut dihadiri 50peserta yang merupakan pelaku usaha kopi.

Kenaikan Harga Kopi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi pada September 2024 sebesar 1,84 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi pada September 2023 yang mencapai 2,28 persen.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebab inflasi bulan ini adalah kenaikan harga  kopi dunia, bertepatan dengan Hari Kopi Internasional yang jatuh pada 1 Oktober.

“Mengutip data dari International Coffee Organization, harga kopi global terus naik hingga September 2024,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 1 September 2024.

Kopi bubuk menyumbang inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,02 persen dan inflasi tahunan sebesar 0,09 persen. Kenaikan harga kopi bubuk ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk peningkatan harga kopi global, baik dari sisi produksi maupun permintaan.

Selain kopi bubuk, komoditas lain yang berkontribusi terhadap inflasi pada September 2024 adalah ikan segar, biaya kuliah di akademi atau perguruan tinggi, tarif angkutan udara, dan sigaret kretek mesin (SKM), dengan kontribusi masing-masing 0,01 persen.

“Kopi bubuk dan biaya kuliah merupakan komoditas utama yang memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi,” kata Amalia menambahkan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait