KABARBURSA.COM - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sukses membukukan realisasi investasi jumbo sebesar Rp498,8 triliun pada Triwulan I 2026.
Capaian strategis ini tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year) sekaligus berhasil mengamankan 24 persen dari total target investasi nasional tahun ini. Performa tersebut diraih di tengah ketidakpastian geopolitik global yang membayangi aliran modal dunia
Suntikan modal yang deras ini langsung memberikan efek kejut positif bagi sektor riil dengan menyerap 700.000 tenaga kerja langsung, atau melesat 18 persen secara tahunan.
Angka serapan ini bahkan disebut belum mengalkulasi penciptaan lapangan kerja informal tidak langsung pada ekosistem aktivitas pendukung di sekitar proyek investasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional kali ini ditopang oleh keseimbangan struktur modal yang kokoh.
Rosan menyebut, portofolio Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) bergerak beriringan secara seimbang.
"Kita lihat sebelumnya pmdn menyumbang 49,9 persen atau 248,8 triliun dan tumbuh 6,0 yoy. PMA juga berkontribusi hampir sama 50,1 persen atau 250,0 triliun," ujar Rosan dalam Raker dengan Komisi XII DPR RI, Senin, 15 Juni 2026.
Rosan memaparkan, dari aspek kewilayahan, luar Pulau Jawa memimpin tipis peta sebaran investasi dengan porsi 50,4 persen atau senilai Rp251,3 triliun.
Sementara itu, wilayah Jawa berkontribusi sebesar Rp497,5 triliun atau 49,6 persen. Lima provinsi di luar Jawa sukses merangsek ke posisi papan atas nasional, dipimpin oleh Sulawesi Tengah (6,4 persen), Maluku Utara (5,0 persen), Kepulauan Riau (4,8 persen), Nusa Tenggara Barat (3,6 persen), dan Kalimantan Timur (3,2 persen).
Mengenai asal modal asing, kata Rosan, Singapura masih tak tergoyahkan sebagai basis investor terbesar di tanah air, disusul oleh pergerakan modal dari Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.
"Bapak Ibu yang terhormat kalau kita lihat juga dari negara sumber realisasi investasi PMA itu masih tidak ada perubahan masih dipimpin oleh Singapura pertama dan motor Global sebesar 4,6 milar USD dan 2,7 miliar diikuti oleh Tiongkok, 2,2 milar Amerika Serikat, 1,3 milar dan Jepang 1 Miliar USD," paparnya.
"Diluar asia kami juga mencatat Inggris Belanda dan Australia di posisi 10 besar. jadi secara keseluruhan Eropa dan Amerika Utara masing-masing menyumbang 10 persen, menunjukkan bahwa sumber investasi tetap terverifikasi secara baik dan lintas global," lanjutnya.(*)