Makro 03 Dec 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Investor Ambil Untung, Harga Emas Anjlok

Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals mengatakan penurunan harga emas bukan serta karena aksi ambil untung investor

Harga emas mengalami penurunan lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa, 2 Desember 2025.

Deretan emas terpasang di salah satu etalase toko perhiasan. Foto: KabarBursa.
Deretan emas terpasang di salah satu etalase toko perhiasan. Foto: KabarBursa.

KABARBURSA.COM - Harga emas mengalami penurunan lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa, 2 Desember 2025. Hal ini terjadi karena investor telah mengambil keuntungan setelah emas mencapai titik tertinggi dalam enam minggu.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun sebesar 1,1 persen dan berada di level USD4.186,89 per ons. Sementara Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup 1,3 persen lebih rendah di harga USD4.220,80 per ons.

Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals mengatakan penurunan harga emas bukan serta karena aksi ambil untung investor.

Menurutnya, kondisi ini bisa terjadi  karena fokus terbesar pasar akhir-akhir ini adalah ekspektasi penurunan suku bunga dan ekspektasi tersebut masih cukup stabil.

"Kita berada dalam pola kelanjutan yang pada akhirnya akan mengarah pada kenaikan harga, dan saya masih menyukai harga emas USD5.000 di awal tahun baru," ujarnya.

Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bank sentral AS minggu depan semakin. Disebutkan,  para pedagang memperkirakan probabilitas sebesar 89 persen.

Keoptimisan pasar tidak lepas dari data terkini yang menunjukkan adanya pendinginan bertahap di ekonomi Amerika Serikat (AS),  ditambah dengan sinyal dovish dari para pembuat kebijakan The Fed.

Investor juga menantikan laporan ketenagakerjaan ADP bulan November pada hari Rabu dan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan September yang tertunda pada Jumat. Ini merupakan tolok ukur inflasi pilihan The Fed.

Di satu sisi, harga perak juga turun 0,1 persen dari rekor tertingginya di USD58,83 yang dicapai pada hari Senin, menjadi USD57,90 per ons. Diketahui, harga komoditas ini telah naik lebih dari 100 persen sejak awal tahun ini.

"Tidak ada alasan baru untuk lonjakan harga (perak) baru-baru ini. Namun, alasan yang sudah diketahui masih berlaku, yaitu pasokan yang ketat, yang tercermin dari rendahnya persediaan di bursa Shanghai," kata Commerzbank dalam sebuah catatan, seraya menambahkan bahwa pihaknya memperkirakan kenaikan harga lebih lanjut, meskipun moderat, menjadi USD59 di tahun mendatang. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait