Makro 11 Aug 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Pramirvan Datu

Investor Ritel Meningkat, BEI Terus Genjot Edukasi Pasar Modal

BEI mencatat 17,59 juta investor ritel per Agustus 2025 dan gencar mengedukasi pasar modal, menargetkan penambahan 2 juta investor baru tahun ini.

BEI catat 17,59 juta investor ritel, gencar edukasi pasar modal, dan targetkan 2 juta investor baru pada 2025.

Gedung Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.
Gedung Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.

Daftar Isi

  1. 01 BEI Targetkan Dua Juta Investor Baru pada 2025

KABARBURSA.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki sederet cara untuk menjaga kepercayaan investor ritel yang terus mengalami pertumbuhan. Diketahui hingga Juni 2025, sebanyak 16,99 juta investor ritel tercatat di pasar modal. 

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga pertumbuhan positif investor ritel. Salah satu langkah yang dilakukan BEI ialah mengedukasi. 

"Kami selalu lakukan edukasi, virtual trading, dan sebagainya, itu kami lakukan terus," ujar dia kepada awak media di Gedung BEI Jakarta, Senin, 11 Agustus 2025.

Iman sendiri mengakui jika literasi mengenai pasar modal di Indonesia masih cukup rendah. Dengan begitu, edukasi dinilai menjadi langkah tepat untuk bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pasar modal. 

Dengan edukasi tersebut, ia berharap masyarakat  bisa memahami arti dari pasar modal hingga akhirnya mereka bisa menjadi investor di Bursa Efek Indonesia. 

"Nah kami sekarang mengejar itu. Sehingga semakin banyak orang yang berinvestasi dan mereka mengerti analisanya," ungkap Iman. 

Berdasarkan data BEI, Single Investor Identification (SID) sampai dengan 8 Agustus 2025, jumlah investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, obligasi, reksa dana, dan surat berharga lainnya telah meningkat sejumlah 2,7 juta investor sehingga menjadi 17,59 juta investor.

Sementara itu, data investor saham dan surat berharga lainnya terdapat peningkatan lebih dari 1 juta investor sejak tahun 2024 menjadi 7,5 juta investor saham sampai dengan 8 Agustus 2025. 

Selanjutnya, partisipasi investor ritel pun masih cukup signifikan selama tahun 2025, mengikuti tingginya partisipasi investor institusi. 

Hal ini juga menjadi indikator bahwa stabilitas kepercayaan dan animo investor terhadap pasar modal Indonesia tetap terpelihara di tengah tekanan dan ketidakpastian kondisi ekonomi secara global dan domestik. 

Pencapaian tersebut juga berkat upaya dari BEI bersama stakeholders pasar modal yang telah menyelenggarakan 21.513 kegiatan edukasi terkait investasi di pasar modal Indonesia sampai dengan 31 Juli 2025.

BEI Targetkan Dua Juta Investor Baru pada 2025

Sebelumnya diberitakan, BEI sendiri memiliki sejumlah target dalam menyambut tahun 2025. Salah satu ambisinya ialah menggaet investor.

BEI, dalam keterangannya menyampaikan, pada tahun 2025 menargetkan pertumbuhan 2 juta investor baru. Adapun target lainnya ialah rata-rata nilai transaksi saham harian mencapai Rp13,5 triliun, dan total jumlah pencatatan efek baru di pasar modal mencapai 407 efek.

"Pencapaian target tersebut tentunya memerlukan dukungan serta kontribusi dari seluruh stakeholders pasar modal demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," tulis manajemen BEI di Jakarta, Senin, 30 Desember 2024.

Di sisi lain, BEI juga akan tetap melaksanakan sejumlah inisiatif dalam rangka pendalaman pasar, mulai dari sisi peningkatan likuiditas pasar, pengembangan produk dan instrumen baru, hingga penyempurnaan teknologi dan infrastruktur.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait