Makro 19 Feb 2026 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Syahrianto

IPOT Luncurkan xRDN di Tengah Maraknya Phishing

IPOT hadirkan xRDN sebagai dana parkir produktif dengan imbal hasil sekitar 2 persen per tahun dan sistem keamanan berlapis di tengah maraknya phishing.

IPOT meluncurkan xRDN sebagai alternatif dana parkir di pasar modal dengan potensi imbal hasil 2 persen per tahun dan perlindungan keamanan berlapis.

IPOT meluncurkan xRDN sebagai alternatif dana parkir di pasar modal dengan potensi imbal hasil 2 persen per tahun dan perlindungan keamanan berlapis. Foto: IG @indopremier
IPOT meluncurkan xRDN sebagai alternatif dana parkir di pasar modal dengan potensi imbal hasil 2 persen per tahun dan perlindungan keamanan berlapis. Foto: IG @indopremier

KABARBURSA.COM – Meningkatnya kasus phishing dan pembobolan akun keuangan digital mendorong pelaku industri untuk memperkuat sistem perlindungan dana nasabah. Di tengah kondisi tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan xRDN, sebuah skema pengelolaan dana berbasis pasar modal yang ditujukan sebagai alternatif dana parkir dengan potensi imbal hasil sekitar 2 persen per tahun.

Manajemen IPOT menilai risiko finansial saat ini tidak hanya berasal dari fluktuasi harga instrumen investasi, tetapi juga dari lemahnya keamanan akses digital. Kasus pencurian data, manipulasi akun, hingga penyalahgunaan identitas menjadi tantangan baru dalam ekosistem keuangan berbasis aplikasi.

Dalam industri sekuritas, bunga Rekening Dana Nasabah maupun tabungan konvensional umumnya berada pada kisaran 0,02 persen hingga 0,2 persen per tahun. xRDN diperkenalkan sebagai opsi bagi investor yang ingin menempatkan dana sementara secara lebih produktif, tanpa keluar dari ekosistem pasar modal.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan penguatan sistem keamanan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan produk ini. “Dana nasabah harus produktif, tetapi sistemnya harus jauh lebih kuat. Security bukan tambahan, security adalah fondasi IPOT,” ujar Moleonoto pada Kamis,19 Februari 2026.

Menurutnya, xRDN dirancang dengan pendekatan keamanan berlapis. Sistem ini tidak hanya mengandalkan satu mekanisme perlindungan, tetapi menerapkan tiga lapis pengamanan untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan akun. IPOT menyebutkan bahwa dalam kondisi tertentu seperti gangguan sistem eksternal, dana nasabah tetap berada dalam struktur terpisah sesuai ketentuan pasar modal.

IPOT juga menekankan xRDN bukan instrumen dengan imbal hasil tetap dan tidak bersifat spekulatif. Pengelolaannya mengikuti regulasi pasar modal Indonesia serta prinsip transparansi dan perlindungan investor.

Pada periode volatilitas pasar akhir Januari lalu, IPOT mencatat adanya peningkatan penempatan dana dalam ekosistem xRDN. Manajemen menyebut dana yang masuk mencapai skala triliunan rupiah, mencerminkan preferensi investor terhadap instrumen likuid di tengah ketidakpastian pasar.

IPOT menambah pilihan bagi investor yang ingin mengelola dana tunai secara lebih efisien, sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan digital yang semakin krusial dalam transaksi keuangan modern.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait