Makro 15 Jun 2026 Penulis: Citra Dara Vresti Trisna Editor: Moh. Alpin Pulungan

Isu Kebocoran Data di Dark Web Mencuat, Bank Jatim Buka Suara

Bank Jatim menyatakan tidak menemukan indikasi peretasan atau kebocoran data setelah memeriksa sampel yang beredar di forum dark web.

Bank Jatim memastikan tidak ada indikasi kebocoran data atau peretasan sistem setelah menyelidiki informasi yang beredar di forum dark web.

Ilustrasi Bank Jatim tepis isu kebocoran data di dark web. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi Bank Jatim tepis isu kebocoran data di dark web. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menyatakan tidak menemukan indikasi kebocoran data maupun peretasan pada sistem internal perseroan.

Hal ini dikemukakan usai perseroan melakukan investigasi terhadap informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan publikasi data yang dikaitkan dengan bank tersebut.

Corporate Secretary Bank Jatim Fenty Rischana K mengatakan, pemeriksaan telah dilakukan terhadap sampel data yang dipublikasikan pada forum dark web.

Berdasarkan hasil investigasi yang berlangsung hingga saat ini, karakteristik data yang beredar tidak menunjukkan keterkaitan dengan data transaksi nasabah maupun kredensial layanan perbankan milik Bank Jatim.

Menurut Fenty, perusahaan juga telah mengambil sejumlah langkah lanjutan untuk memastikan validitas informasi yang beredar serta memperkuat proses investigasi.

“Sebagai bagian dari upaya penanganan yang komprehensif, kami telah berkoordinasi dan berbagi informasi melalui platform Cyber Threat Intelligence Sharing (CTIS) yang dikelola Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta pihak-pihak terkait lainnya guna mendukung proses investigasi dan validasi lebih lanjut. Berdasarkan hasil pendalaman yang telah kami lakukan hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi bahwa data yang beredar berasal dari sistem maupun layanan Bank Jatim,” ujar Fenty dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 Juni 2026.

Ia menjelaskan, koordinasi dengan berbagai pihak dilakukan sebagai bagian dari prosedur penanganan insiden keamanan siber agar seluruh proses berjalan sesuai standar yang berlaku.

Selain melakukan investigasi internal, Bank Jatim juga terus memantau perkembangan informasi yang beredar. Perseroan menyatakan proses pendalaman masih berlangsung dan akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik apabila diperlukan.

Fenty menegaskan bahwa Bank Jatim tetap mengedepankan keamanan sistem informasi serta perlindungan data sebagai bagian dari komitmen perusahaan kepada nasabah dan para pemangku kepentingan.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan dengan terus mengedepankan aspek keamanan sistem informasi dan pelindungan data. Bank Jatim akan senantiasa menjaga keamanan sistem, layanan, serta pelindungan data nasabah sesuai dengan ketentuan regulator dan standar keamanan informasi yang berlaku,” tutup Fenty.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
CI
Ass. Redaktur

Citra Dara Vresti Trisna

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait