Makro 07 Apr 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

Jaga Ketahanan Eksternal, Pemerintah Perkuat Ekosistem Emas Nasional

Hal ini dilakukan di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian

Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem emas nasional sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan sektor eksternal

Ilustrasi emas kalung di etalase (Foto: Dok. KabarBursa)
Ilustrasi emas kalung di etalase (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem emas nasional sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan  sektor eksternal dan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri. Hal ini dilakukan di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyebut industri perhiasan emas Indonesia memiliki peran strategis dalam ekosistem tersebut.

Industri ini dinilai tidak hanya berorientasi ekspor dengan daya saing desain yang telah diakui di pasar internasional, tetapi juga menjadi salah satu sektor padat karya yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, khususnya generasi muda berbakat di bidang desain dan produksi.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kemenko Bidang Perekonomian pada Selasa, 31 Maret 2026, melakukan kunjungan ke PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), salah satu market leader produsen perhiasan emas nasional. Hal ini bertujuan untuk memperoleh gambaran langsung kondisi industri perhiasan serta mendiskusikan arah penguatan kebijakan ke depan.

Dalam kunjungan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan  BUMN Ferry Irawan menyoroti dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi kinerja perdagangan industri perhiasan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT UBS sekaligus Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI), Eddy Yahya  menyampaikan bahwa tekanan tersebut antara lain tercermin pada terhambatnya ekspor ke Dubai sebagai salah satu pasar utama.

Kendati demikian, pelaku industri tetap memandang prospek permintaan dalam jangka menengah secara positif. Eddy mengatakan bahwa budaya menabung dan berinvestasi emas di Indonesia telah mengakar kuat, serupa dengan di India.

"Kami berharap kegiatan usaha bullion dapat mendukung ketersediaan bahan baku emas yang lebih efisien dan kompetitif bagi industri,” ujar Eddy dalam keterangannya dikutip, Selasa, 7 April 2026.

Di sisi lain, Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem emas nasional secara terintegrasi.

"“Pemerintah akan terus mengkonsolidasikan kesinambungan hulu hingga hilir, sehingga daya saing ekosistem emas secara keseluruhan dapat terus kita tingkatkan,” kata Ferry. (*) 

 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait