Makro 08 Apr 2026 Penulis: Adi Subchan Editor: Moh. Alpin Pulungan

Jurus OJK Capai Target Pertumbuhan Kredit 12 Persen pada 2026

OJK targetkan pertumbuhan kredit 12 persen pada 2026 dengan dorongan UMKM, kredit scoring, dan peningkatan literasi keuangan.

OJK targetkan kredit tumbuh 12 persen di 2026, dorong UMKM, kredit scoring, dan inklusi keuangan untuk jaga pertumbuhan ekonomi.

Ilustrasi peningkatan target pertumbuhan kredit 12 persen. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi peningkatan target pertumbuhan kredit 12 persen. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasang target ambisius pertumbuhan kredit sebesar 12 persen pada 2026. Pertumbuhan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global masih membayangi sektor jasa keuangan nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica, Widyasari Dewi, menegaskan optimisme itu ditopang oleh sejumlah strategi yang telah disiapkan otoritas, termasuk penguatan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu instrumen yang diandalkan adalah penerapan sistem kredit scoring serta pembangunan registri nasional untuk memperluas akses pembiayaan.

“Kita mendorong kredit scoring dan registri nasional. Ini untuk bagaimana kita mendorong pertumbuhan kredit di Indonesia,” kata Friderica dalam acara Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Tak hanya itu, OJK juga memperkuat sisi permintaan melalui dorongan terhadap aktivitas UMKM, sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Upaya ini dilakukan bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut, hasil survei terbaru menunjukkan tren positif pada pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.

“Ini kita sudah jalan. Kemarin kita melakukan survei dengan BPS, dan hasilnya cukup menarik. Tingkat literasi masyarakat terus bertumbuh dan inklusi juga meningkat signifikan,” katanya.

Di luar sektor perbankan, OJK juga melihat peluang ekspansi pada industri keuangan non-bank, seperti asuransi dan pasar modal, yang dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan luas.

Untuk memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap ekonomi, OJK juga tengah menyiapkan regulasi yang mendukung sejumlah program prioritas pemerintah. Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga pembangunan tiga juta rumah.

Kebijakan tersebut akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang saat ini tengah disiapkan. “Itu juga kita siapkan dalam ketentuan di rancangan POJK. Kami terus mendukung pertumbuhan melalui berbagai program yang selaras dengan program nasional,” ujar Friderica.

Selain itu, OJK juga memberikan relaksasi bagi UMKM yang terdampak bencana sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sektor riil.

Dengan berbagai langkah tersebut, OJK yakin target pertumbuhan kredit tahun depan dapat tercapai. “Intinya kalau kita tarik semuanya, kita cukup yakin di 2026 ini kita bisa mencapai target tersebut,” kata Friderica.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
AD
Jurnalis Utama

Adi Subchan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait